TribunKaltim/

Pelaksanaan SKB Belum Jelas Ishak Tunggu Keputusan Panselnas

Sebetulnya SKB juga merupakan hal wajib dilaksanakan sebab mekanismenya diatur peraturan perundang-undangan. Akan tetapi kita melihat waktu juga

Pelaksanaan SKB Belum Jelas Ishak Tunggu Keputusan Panselnas
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN
Proses verifikasi CPNS di Pemprov Kaltara. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Panitia seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) instansi Pemprov Kalimantan Utara belum bisa memastikan diterapkan atau tidaknya Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Sebab pelaksanaan SKB dituturkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalimantan Utara Muhammad Ishak, akan melihat beberapa faktor, utamanya kesiapan waktu.

Berdasarkan Permenpan RB Nomor 20/2017 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan PNS dan Pelaksanaan Seleksi CPNS 2017 disebutkan, Kompetensi Bidang merupakan tahapan seleksi untuk menilai kemampuan dan karakteristrik diri seseorang berupa pengetahuan, keterampilan perilaku yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas jabatannya.

"Sebetulnya SKB juga merupakan hal wajib dilaksanakan sebab mekanismenya diatur peraturan perundang-undangan. Akan tetapi kita melihat waktu juga apakah sempat atau tidak," kata Ishak kepada Tribun di Jalan Durian, Tanjung Selor, Rabu (11/10/2017).

Selain melihat waktu, keputusan digelar tidaknya SKB ditentukan olen Panitia Seleksi Nasional atau Panselnas. Ishak mengatakan, jika Panselnas tetap akan memberlakukan SKB di Pemprov Kalimantan Utara, maka panitia seleksi daerah akan memberi fasilitasi.

"Kalau Panselnas bilang digelar, kita gelar. Kalau tidak ya, kita ikuti. keputusannya ada di Panselnas," sebutnya.

Permenpan RB Nomor 20/2017 juga mengatur tata cara pelaksanaan SKB. Berikut pula diatur dalam Pengumuman Gubernur Kalimantan Utara Nomor 810/727/2.1-BKD tentang Formaasi PNS Pemprov Kalimantan Utara Tahun Anggaran 2017. Kriteria utamanya SKB hanya diterapkan bagi pelamar yang lulus Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

Jumlah peserta yang mengikuti SKB maksimal 3 kali jumlah kebutuhan pada masing-masing jabatan berdasarkab peringkat nilai SKD. "Contohnya jika dalam formasi itu ada 3 kuota. Maka yang akan mengikuti SKB hanya 9 orang, yaitu pelamar yang nilainya urutan 1 sampai urutan 9," kata Ishak.

Apabila jumlah peserta yang memenuhi passing grade SKD kurang dari jumlah formasi, tidak harus dilakukan SKB. Untuk diketahui, pelaksanaan SKB harus menggunakan sistem computer assisted test (CAT) sesuai kebutuhan jabatan menggunakan fasilitas komputer. (*)

Puluhan Pelamar Tak Hadir SKD
PELAKSANAAN Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) mulai berlangsung, Rabu (11/10/2017) di laboratorium CAT Pemprov Kalimantan Utara di Jalan Durian, Tanjung Selor. Sekitar 600 pelamar dijadwalkan menjajal tahapan seleksi tersebut.

Namun diketahui, beberapa pelamar tak mengikuti SKD tanpa alasan yang jelas. Kepala BKD Kalimantan Utara Muhammad Ishak menjelaskan, pelamar yang tak hadir menjalani SKD sesuai dengan sesi waktu yang telah ditentukan kepada yang bersangkutan dianggap gugur seleksi. "Langsung dinyatakan gugur. Rasanya informasi sudah kita sebar sedemikian rupa," tegas Ishak.

Pelamar yang tak hadir jumlahnya mencapai puluhan. Sehari pelaksanaan SKD pelamar diakomodir sebanyak 600 pelamar dari 6 sesi. Setiap sesi diterapkan kepada 100 orang pelamar. SKD akan digelar hingga 31 Oktober nanti.

"Hari ini ada puluhan yang tidak ikut SKD. Saat sesi pertama ada 9 orang yang tidak hadir. Sesi kedua 8 orang, dan sesi ketiga ada 5 orang," kata Ishak.

Seorang bernama Febbi di lokasi ujian mengatakan, pelaksanaan SKD sudah sangat baik. Namun sayangnya ia belum beruntung lulus. Dari tiga sub ujian SKD, ia tak mencukupi passing grade tes intelegensi umum (TIU) dan tes wawasan kebangsaan (TWK). "Tes karakteristik pribadi (TKP) saja yang saya lulus," ujarnya.

Untuk lulus SKD, ketiga sub ujian tersebut harus memenuhi passing grade. TKP memiliki passing grade 143 poin, TIU 80 poin, dan TWK 75 poin. Peserta yang tidak memenuhi salah satu passing grade ujian tersebut dinyatakan tak berhak lolos ke tahapan seleksi berikutnya. (*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help