TribunKaltim/

Proses Divestasi Saham Freeport Mundur Lagi, Ini Deadline Terkini

‎"Pokoknya masih tahap negosiasi, kita sedang mengevaluasi bagaimana kita mengkalkulasi nilai dari Freeport itu sendiri," papar Rini.

Proses Divestasi Saham Freeport Mundur Lagi, Ini Deadline Terkini
Kompas/B Josie Susilo Hardianto
Proses flotasi atau pengapungan mineral tambang, seperti tembaga, emas, dan perak. Proses itu dilakukan untuk memperoleh konsentrat yang terdiri dari tembaga, emas, dan perak. Konsentrat itu kemudian dialirkan ke Pelabuhan Amamapare, dikeringkan, dan kemudian dikirim ke pabrik-pabrik pengecoran 

TRIBUNKALTIM.CO - Perampungan divestasi atau pelepasan saham PT Freeport Indonesia mundur menjadi awal 2019, dari sebelumnya ditargetkan pemerintah paling lambat 31 Desember 2018.

"‎Proses divestasinya sendiri, kami menekankan proses divestasi harus selesai kuartal pertama 2019," ujar Menteri BUMN Rini Soemarno di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Rabu (11/10/2017).

‎Menurut Rini, pemerintah dengan Freeport masih dalam tahap negosiasi, dimana tim sedang melakukan penghitungan dasar valuasi penetapan harga saham perusahaan pertambangan asal Amerika Serikat tersebut.

‎"Pokoknya masih tahap negosiasi, kita sedang mengevaluasi bagaimana kita mengkalkulasi nilai dari Freeport itu sendiri," papar Rini.

Sementara terkait kepastian investasi untuk Freeport, kata Rini, sedang dilakukan pembahasan di Kementerian Keuangan mengenai perpajakannya yang ada di pusat maupun pungutan di daerah.

Diketahui divestasi saham 51 persen Freeport bisa diselesaikan paling lambat 31 Desember 2018, dimana pemerintah Indonesia memiliki kapasitas keuangan untuk mengambil alih semua saham divestasi dalam periode diestimasi sebagaimana yang diusulkan, paling lambat akhir 2018.

Sedangkan skema pelepasan saham Freeport, terdapat beberapa cara yaitu melalui pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, swasta nasional, dan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). (Tribunnews.com)

Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help