TribunKaltim/

Polemik Transportasi Online

Katanya Balikpapan Itu Smart City, Tapi Kenapa Ojek Online Dilarang?

Warga Balikpapan merasa kehadiran transportasi online memberikan manfaat yang benar-benar bisa dirasakan secara positif.

Katanya Balikpapan Itu Smart City, Tapi Kenapa Ojek Online Dilarang?
TRIBUN KALTIM/BUDI SUSILO
Chita Wijaya, wanita pengguna jasa transportasi online Balikpapan saat ditemui di kawasan Balikpapan Baru, Kamis (12/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Warga Balikpapan merasa kehadiran transportasi online memberikan manfaat yang benar-benar bisa dirasakan secara positif.

Pengakuan ini terungkap dari seorang pengguna jasa transportasi daring (online) di Balikpapan, Chita Wijaya.

Ia menuturkan, belum lama ini dirinya memesan makanan melalui Go-Jek, tidak perlu keluar rumah langsung pesan, jajanan tiba di tujuan.

"Membantu sekali. Cepat," tuturnya saat ditemui Tribunkaltim.co di area ruko Balikpapan Baru, Kecamatan Balikpapan Tengah, Kamis (12/11/2017).

Tidak hanya itu, saat mau bepergian naik ojek online bisa langsung ketemu di depan rumah.

Bandingkan kalau naik angkot mesti berjalan kaki terlebih dahulu.

"Rumah yang di komplek yang tidak dilewati angkot sangat terbantu dengan Go-Jek. Tinggal pesan dari rumah, langsung dijemput ke rumah," ungkapnya.

Lagi pula, tambah dia, Kota Balikpapan selalu didengungkan sebagai satu di antara perkotaan yang disebut Smart City namun tiba-tiba ada pelarangan bukankah hal yang kontradiksi.

"Katanya Smart City kok dilarang ? Adanya alat angkut berbasis online menghidupkan ekonomi masyarakat. Ekonomi berputar," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Budi Susilo
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help