TribunKaltim/

Kuliner

Mangut Lele Mbah Marto, Nikmatnya Masakan ala Tradisional dari Zaman Belanda

Beruntung sampai saat ini wisatawan dapat mencicipi kelezatan masakan Mbah Marto di dapurnya yang berada di Sewon, Bantul.

Mangut Lele Mbah Marto, Nikmatnya Masakan ala Tradisional dari Zaman Belanda
Kompas.com/Silvita Agmasari
Mangut lele yang dijual di warung Mbah Marto, Bantul, Yogyakarta. 

TRIBUNKALTIM.CO, YOGYAKARTA - Tubuh Mbah Marto (104) boleh saja sudah renta.

Tetapi dari tatapan wajah dan cara bicaranya terpancar semangat yang kuat.

Nenek yang telah memiliki 15 cucu dan delapan cicit ini mengaku sudah memasak sejak usianya 20 tahun, dari zaman penjajahan Belanda.

Beruntung sampai saat ini wisatawan dapat mencicipi kelezatan masakan Mbah Marto di dapurnya yang berada di Sewon, Bantul, Yogyakarta.

"Ini khasnya memang mangut lele. Masaknya harus pakai kayu bakar, lebih enak rasanya juga beda. Kalau pakai kompor jadinya bau minyak, takut meledak juga," kata Mbah Marto saat KompasTravel berkunjung ke rumahnya bersama tim Otomotif Kompas.com, Kamis (28/9/2017).

Mbah Marto, selain gemar berbincang dengan para tamu, nyatanya juga lihai dalam memasak.

Di usianya yang sudah lebih dari seabad, ia mengaku tak dapat banyak membantu.

Hanya bisa memarut kelapa dan membumbui masakan anaknya.

Baca: Kabar Gembira, Taylor Swift Segera Rilis Aplikasi Jejaring Sosialnya Sendiri, Fans Mari Merapat!

Hidangan yang dijual di Warung Mangut Lele Mbah Marto, Bantul, YogyakartaKompas.com/Silvita Agmasari Hidangan yang dijual di Warung Mangut Lele Mbah Marto, Bantul, Yogyakarta

Namun bisa jadi justru kuncinya ada di tangan Mbah Marto, sebab seluruh hidangan yang disajikan di dapurnya yang masih tradisional justru dibumbui dengan sempurna dan menghasilkan cita rasa autentik.

Halaman
123
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help