TribunKaltim/

Operasional Transportasi Online Ditutup, Ojek Online pun Ikut Resah

Ratusan pengemudi taksi online dan ojek online berkumpul di depan Ruko Balikpapan Baru, Kamis (12/10).

Operasional Transportasi Online Ditutup, Ojek Online pun Ikut Resah
Instagram/Tribunnews
Driver gojek online bule 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Ratusan pengemudi taksi online dan ojek online berkumpul di depan Ruko Balikpapan Baru, Kamis (12/10). Mereka resah, atas kebijakan Pemkot Balikpapan melalui Dinas Perhubungan menutup operasional transportasi berbasis online sejak Rabu (11/10) kemarin.

Berawal dari informasi grup WhatsApp soal keberlangsungan transportasi online, bak adegan flash mob yang tiba-tiba memancing orang turut serta di tiap gerakan. Ratusan pengemudi dan pengendara ojek online dari berbagai penjuru Balikpapan berkumpul di satu titik, yakni Ruko Balikpapan Baru. Solidaritas, perasaan senasib dan sepenanggungan memastikan asap dapur terus mengepul berhasil menyatukan mereka.

Baca: Polisi Ancam Sweepping Taksi Online, Sopir mulai Ketakutan

"Saudara-saudara kami di sini tidak demo. Mereka sebenarnya ingin memastikan bisa kerja kembali. Mereka memanggil sampai akhirnya terkumpul banyak. Kalau demo, kami akan ikuti prosedur yang berlaku," ujar M Ali Amin, Koordinator Go-Jek se Balikpapan di tengah kerumunan ratusan ojek online.

Panasnya tensi antara pengemudi angkutan konvensional dan taksi online yang berbuntut penganiayaan turut ia suarakan. Ali meminta polisi turun tangan menangani kasus tersebut agar tak terulang yang berakibat mengganggu kondusifitas Kota Balikpapan.

"Tolong yang menganiaya orang kami diproses secara hukum. Kami minta dimediasi, jangan sampai dimanfaatkan orang yang tidak berkepentingan," tegasnya

Kehadiran ratusan pengendara transportasi online ini, bukan mengatasnamakan pekerja dari aplikasi tertentu. Ia meminta seluruh rekan sesama pengguna moda transportasi berbasis aplikasi daring menahan diri dan menjaga keamanan kota ini tetap kondusif.

Baca: Simak, Ini Dia Viking Thunderclap, Selebrasi yang Bikin Geger Dunia Sepakbola

"Go-Jek di Balikpapan ada sekitar 8.000 lebih. Kalau itu dikerahkan buat apa. Kita bukan mencari power-poweran, tapi cari rejeki," ungkap Amin.

Soal desakan penutupan operasional transportasi online, khususnya taksi online turut ia suarakan. Terpenting satu hal, pemerintah harus tegas soal aturan dari pemerintah pusat.

Halaman
12
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help