TribunKaltim/

Polisi Ancam Sweepping Taksi Online, Sopir mulai Ketakutan

Penutupan sementara operasional transportasi berbasis online di Balikpapan ditanggapi Ismail, Manajer Operasional Uber

Polisi Ancam Sweepping Taksi Online,  Sopir mulai Ketakutan
istimewa
Ilustrasi taksi online 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Penutupan sementara operasional transportasi berbasis online di Balikpapan ditanggapi Ismail, Manajer Operasional Uber dihubungi Tribun dari Samarinda, Kamis (12/10).

Menurut Ismail, beberapa sopir taksi online miliknya mulai ketakutan. Apalagi, ada pernyataan dari kepolisian yang akan melakukan sweeping jika masih menemukan angkutan berbasis online beroperasi di Balikpapan.

"Iya ada rasa ketakutan. Beberapa sopir bilang begitu. Saya selaku manajemen hanya menyampaikan saja. Jangan operasional dahulu. Cuma, kalau hanya penyampaian, saya tak bisa mengecek satu persatu. Saya tak ada akses menghentikan aplikasi, sehingga saya yakin masih banyak yang operasional," ujar Ismail, Manager Operasional Uber Area Balikpapan.

Baca: Absor Berpeluang Gantikan Lopez saat Persiba Hadapi Bali United

Masih ada sopir yang operasional tak lepas dari kebutuhan masyarakat akan taksi online.

"Ini kan juga orang mencari. Memang teman-teman, diam-diam saja (operasionalnya). Sulit juga. Kalau di-stop, masyarakat juga butuh, taksi online ini sudah seperti kebutuhan primer. Sudah banyak yang menggunakan. Di medsos kan juga banyak yang mendukung," katanya.

Terkait pembicaraan dengan Dinas Perhubungan Balikpapan, perihal penghentian sementara operasional transportasi online juga sudah diikuti. Namun, memang dalam pertemuan tersebut, beberapa penyedia taksi online lainnya tak ada yang datang.

"Tadi (kemarin), sudah dipanggil rapat di Dishub Balikpapan. Cuma, saat di sana, saya saja yang hadir. Perwakilan operator angkutan online lainnya tak hadir," ungkapnya.

Intinya, Dishub meminta untuk stop dahulu sementara semua aktivitas taksi online. "Yang jadi kendala, kami hanyalah agen di daerah. Hal ini, saya pasti sampaikan ke pusat. Itu saja yang bisa

Baca: Sebelum Gabung Monaco, Ternyata Mbappe Nyaris Mendongkrak Prestasi Klub Jerman Ini

kami lakukan. Karena, sulit juga untuk kami hentikan, kan aplikasinya ada di pusat. Daerah tak bisa menutup aplikasi," ucapnya.

Selain itu, menurut Ismail, penyedia taksi online ini masih menunggu adanya revisi putusan Mahkamah Agung yang sedang di-uji publik Kemenhub. Jadi, sampai itu selesai, ia masih bingung. Dishub juga bingung. Apa regulasinya. "Kami dari Uber kooperatif kok. Diminta datang, kami datang," katanya.

Ismail juga siap, jika Dishub nantinya melakukan pembahasan ulang akan nasib taksi online yang saat ini diminta untuk stop operasional sementara tersebut.

Baca: VIDEO - Reka Ulang, Begini Dua Remaja Ini Tewaskan Seorang Pria Lantaran Teman Wanitanya Digoda

"Saya siap saja kalau mau duduk satu meja membahas lanjutan ini. Bagaimana solusinya, karena saat mau ditutup, masyarakat kan juga butuh taksi online ini," kata Ismail. (*)

Penulis: Anjas Pratama
Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help