TribunKaltim/

Berita Video

VIDEO - Reka Ulang, Begini Dua Remaja Ini Tewaskan Seorang Pria Lantaran Teman Wanitanya Digoda

Adegan tersebut dilakukan oleh dua tersangka, yakni TA (14) dan IH (16).

VIDEO - Reka Ulang, Begini Dua Remaja Ini Tewaskan Seorang Pria Lantaran Teman Wanitanya Digoda
TribunKaltim/Christoper Desmawangga
Unit PPA Satreskrim Polresta Samarinda menggelar rekonstruksi kasus penganiyaan yang mengakibatkan tewasnya korban jiwa, yang dilakukan dua anak dibawah umur, Kamis (12/10/2017). 

Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kepolisian bergerak cepat guna menyelesaikan kasus penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya korban jiwa.

Setelah melakukan sejumlah pemeriksaan terhadap saksi saksi dan juga tersangka, pagi tadi Kamis (12/10/2017) Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Samarinda, menggelar reka ulang di halaman Mapolresta Samarinda, jalan Slamet Riyadi.

Reka adegan itu sendiri dilakukan guna mengetahui awal mula kejadian hingga akhirnya korban tewas.

Baca: Tara Basro Tak Mau Lagi Diajak Datang ke Rumah Tua Tempat Syuting Film Pengabdi setan

Baca: Waduh, Anggota Brimob Ini Diduga Bunuh Diri Setelah Tembak Dua Rekannya Saat Bertugas

Baca: Lima Hari Usai Diimunisasi MR, Bocah 2,5 Tahun Ini Lumpuh, Begini Penuturan Ibunya

Adegan tersebut dilakukan oleh dua tersangka, yakni TA (14) dan IH (16), serta saksi-saksi dan juga korban (Husin Kadrie) yang dilakukan oleh pemeran pengganti.

"Untuk mengetahui dengan jelas awal mula kejadian, hingga akhirnya korban tewas, termasuk untuk mengetahui penyebab tewasnya korban," ucap Kanit PPA Satreskrim Polresta Samarinda, Ipda Bunga Tri Yulitasari, Kamis (12/10/2017).

Dalam reka adegan itu diketahui, awalnya pelaku utama IH mengajak rekan rekan yang berada di kawasan jalan Teuku Umar, untuk menemani dirinya ke lapangan basket di jalan Slamet Riyadi, untuk jaga jaga jika dirinya di keroyok.

Baca: Geger, Ada Agama Baru Bertuhan Matahari, Ubah Cara Shalat jadi Begini

Baca: Terungkap, Ternyata Ini Alasan Pejuang Pro Integrasi Timor Timur Mundur dari PAN

Baca: Sakit Luar Biasa Dirasakan Ibu Ini Usai Melahirkan, Ternyata Benda Ini Tersimpan di Organ Intim

Hal itu sendiri disebabkan karena IH ingin membuat perhitungan kepada Abdul yang dinilai telah menggoda teman wanitanya melalui chat messenger.

Setelah itu, IH pun berangkat bersama beberapa rekanya untuk menemui Abdul. Usai bertemu, keduanya sempat adu mulut, hingga akhirnya terjadi aksi saling pukul.

Karena kalah jumlah, pelaku pun mencoba melarikan diri bersama TA, yang mengendarai motor. Dan, diperjalanan kabur, IH mengambil batu besar yang berada di jalanan untuk berjaga jaga.

Baca: Dapat Ucapan Selamat, Nikita Willya Sudah Dilamar Pria Tampan Ini?

Baca: BPK Akui Panglima TNI Minta Audit Alutsista di Lingkungan Kemenhan dan TNI

Baca: Diresmikan Sang Gubernur Bersama Tiga Menteri, Warga Jakarta Kini Punya Mal Pelayanan Publik

Di perjalanan, pelaku sempat dihadang oleh dua orang pria dewasa, yang salah satunya merupakan korban. Saat itu, kendaraan yang dikendarai pelaku sempat ditendang, dan pelaku hendak dipukul dengan menggunakan kayu oleh korban.

Saat itulah pelaku, melemparkan batu yang dibawanya ke arah tubuh korban. Setelah itu korban meninggalkan lokasi dan tidak mengetahui apakah batu tersebut mengenai korban.

Dan, diketahui batu tersebut mengenai kepala korban, yang mengakibatkan korban tidak terselamatkan.

Baca: Ajakan Demo Kawal Driver Online Bergema di Media Sosial, Minta Kumpulkan KTP!

Baca: Pendidik PAUD Ikut Pelatihan Menulis, Kadisdikbud Janjikan Ini buat Penulis Terbaik

Baca: Merinding! Sudah di Pintu Rumah Sakit, Wanita Ini Tiba-tiba Melahirkan dalam Posisi Berdiri

"Setelah melempar batu itu ke korban, pelaku meninggalkan lokasi kejadian dan tidak mengetahui apakah terkena korban atau tidak, namun dari hasil pemeriksaan, korban tewas akibat terkena batu itu dibagian kepala," urainya.

Terdapat 23 adegan yang dipergakan oleh pelaku, serta saksi saksi dan pemeran pengganti korban. Pelaku pun dijerat dengan pasal 351 KHUP tentang penganiyaan, dengan hukuman kurungan 7 tahun penjara.

Baca: VIDEO - Pengemudi Ojek Online Ungkap Bagaimana Transportasi Berbasis Aplikasi Ini Membantunya

Baca: VIDEO - Rayakan Ulang Tahun, Direktur dan Karyawan BPD Kaltim Sumbangkan Darah

Baca: Imigrasi Legalisasi Dokumen Kewarganegaraan Puluhan Anak TKI Siswa SMKN 1

Diberitakan sebelumnya, kasus tersebut terjadi pada 2 Oktober silam, dan kepolisian berhasil mengamankan pelaku pada keesokan harinya (3/10), sekitar pukul 01.00 Wita, di rumah rekanya di jalan Teuku Umar.

Begini beberapa adegan yang dilakukan pelaku dalam reka ulang hari ini:

(*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help