TribunKaltim/

Waduh, Anggota Brimob Ini Diduga Bunuh Diri Setelah Tembak Dua Rekannya Saat Bertugas

Dua korban penembakan tersebut adalah Brigadir Budi Wibowo (30), Brigadir Ahmad Supriyanto (35).

Waduh, Anggota Brimob Ini Diduga Bunuh Diri Setelah Tembak Dua Rekannya Saat Bertugas
tribunjateng/Rifqi Gozal
Dua kilometer dari TKP penembakan anggota Brimob, sejumlah anggota Polres Blora berjaga-jaga, Rabu 11 Oktober 2017, pagi. 

Kapolda tidak menjelaskan secara detail tentang persoalan pribadi yang dimaksudkan tersebut.

Baca juga:

Baju Pelantikan Anies Sempat Kekecilan Dibikin Tukang Jahit

Thailand Bersiap untuk Gelar Upacara Kremasi Mewah Mendiang Raja Bhumibol Adulyadej

Video Pembunuhan Kim Jong Nam di Bandara Kuala Lumpur Ditayangkan di Ruang Persidangan

Wow, Mewahnya Rumah Calon Besan Jokowi Ini, Intip Fasilitas di Dalamnya

Menlu Ri Yong Ho Sebut Presiden Donald Trump Nyalakan Api Perang Antara Korut dan AS

Awesome, Siswi SMA Berhasil Bikin Jambret K.O Sampai Sekarat

PM Spanyol Ultimatum Pemimpin Catalonia Untuk Berikan Penjelasan Resmi Soal Kemerdekaan

Dikatakannya, saksi tidak melihat sama sekali kejadian tersebut apakah ada baku tembak maupun penembakan.

Kapolda menjelaskan, jajaran Polda Jateng telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Dari hasil olah TKP, Bambang Tejo menderita luka di kepala dan (dua) korban lain terdapat luka di badan. Selain itu, senjata (ditemukan di dekat) di korban ada satu (senjata) yang lain di barak," tandasnya.

Kapolda telah memerintahkan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreksrimum) Kepala Laboratorium Forensik (Labfor), dan Kasat Brimob ke lokasi kejadian.

Kapolres Blora telah diperintah Kapolda untuk kembali ke Blora. Saat peristiwa penembakan terjadi, Kapolres Blora sedang berada di Semarang.

Baca: Kisah Ibu Muda Jadi Kurir Narkoba untuk Biaya Cerai, Suami Lebih Dulu Masuk Bui, Juga Kasus Narkoba

Sesuai prosedur

Kapolda menegaskan, prosedur pengamanan terhadap lokasi pengeboran minyak tersebut telah benar.

Sebelumnya, pelaksana proyek pengeboran telah meminta bantuan pengamanan kepada Polda Jateng.

Selanjutnya, dari Polda Jateng mengirimkan bantuan pengamanan enam orang dari Satuan Brimob.

"Permohonan pengamanan kurang lebih satu bulan di tempat tersebut. Permohonan ada surat perintahnya, dan ada surat permohonan," tuturnya.

Kapolda juga menyatakan bila penggunaan senjata api oleh anggotanya tersebut telah sesuai prosedur dan telah dilakukan pengecekan di Satuan Brimob.

Selain itu, bagian Psikologi Polda Jateng juga telah melaksanakan pengecekan rutin terhadap anggota-anggota tersebut.

"Anggota itu (korban penembakan, RED) sudah memegang kartu senjata api. Pemegang kartu sudah melalui tahapan psikologi. Kalau masalah pribadi kadang-kadang bisa terjadi terhadap siapapun. Kami juga akan lakukan evaluasi secara internal mengenai penempatan," tukasnya.

Pantuan Tribun Jateng di lokasi kejadian, Rabu (11/10) siang, sejumlah aparat polisi dari Polres Blora masih berjaga di TKP.

Penjagaan tersebut mulai terlihat dua kilometer dari lokasi kejadian. Di pintu masuk sumur milik PT SGT 01 akses menuju lokasinya ditutup.

"Semua harus steril. Tidak boleh ada yang masuk. Bahkan pekerja sumur pun tidak boleh (masuk)," kata seorang petugas di lokasi yang enggan disebut namanya.

Hingga Rabu (11/10) siang kemarin, ketiga jenazah korban anggota Brimob itu masih berada di ruang jenazah RSUD dr Soetijono Blora.

Tampak pengamanan ketat dari pihak kepolisian Polres Blora. Sejumlah petugas berjaga di lorong menuju kamar jenazah.

Sementara awak media belum diperkenankan masuk ke dalam ruangan.

Humas PT SGT, Guntur Prabowo Sakti, masih enggan memberikan keterangan terkait insiden penembakan tersebut.

"Untuk sementara saya belum bisa komentar apa-apa," kata Guntur, Rabu (11/10) petang.

Guntur mengatakan, keterangan seputar peristiwa penembakan tersebut diminta untuk menanyakan langsung kepada pihak kepolisian.

"Lebih baik dari kepolisian saja keterangannya. Ini juga masih didalami," katanya.

Guntur menambahkan saat kejadian berlangsung dirinya sedang mengambil cuti.

Hal itu yang membuat dirinya belum mengetahui secara detail kejadian yang terjadi di sumur minyak SGT 01 Blok Trembul, Desa Karangtengah, Ngawen, Blora. (tribunjateng/cetak/rtp/goz)

Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help