TribunKaltim/

Abun Jalani Pemeriksaan Perdana Kasus Suap Bupati Kukar

Abun diperiksa penyidik KPK sebagai saksi untuk tersangka Bupati Kukar RIW dan sebagai saksi

Abun Jalani Pemeriksaan Perdana Kasus Suap Bupati Kukar
TRIBUN KALTIM/BUDHI HARTONO
Terdakwa Hery Susanto usai diperiksa KPK menuruni anak tangga di Gedung Kejari Samarinda, Samarinda, Jalan M Yamin, didampingi dua petugas kepolisian bersenjata laras panjang, menuju mobil tahanan. 

TRIBUNKALTIM.CO  - Pengusaha asal Samarinda, Hery Susanto Gun alias Abun masih menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Aula Kejaksaan Negeri Samarinda, Jalan M Yamin.

Usai diperiksa sebagai saksi, Abun lanjut menjalani pemeriksaan sebagai tersangka terkait dugaan suap perizinan perkebunan sawit. Saat pemeriksaan tersangka, Abun didampingi penasihat hukumnya Deny Ngari.

Baca: Saat Anak Jokowi dan Calon Suami Dicuekin Pelayan Restoran

Sekitar pukul 16.35 wita, penasihat hukumnya (Deny) diminta oleh penyidik KPK untuk mendampingi Abun. Deny yang mengenakan kemeja bermotif batik dominan warna merah.

Setelah diperiksa sebagai saksi selama 6 jam lamanya, untuk tersangka Bupati Kutai Kartanegara RIW terkait dugaan suap perizinan perkebunan sawit PT Samarinda Golden Prima (SGP), penyidik KPK melanjutkan pemeriksaan tersangka atas dirinya (Abun).

Baca: Ajak Ketemu Keluarga, Mantan Terindah Raisa Sudah Lamar Kekasihnya?

Dalam surat panggilannya yang beredar, Abun diperiksa penyidik KPK sebagai saksi untuk tersangka Bupati Kukar RIW dan sebagai saksi. ‎"Tadi (diperiksa) sebagai saksi. Saya tidak dampingi," kata Deny, yang mendampingi Abun, di kantor Kejari Samarinda, Jalan M Yamin, Jumat (13/10/2017) sore.

Hingga berita ini diturunkan, Abun masih menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Ia terlihat ditemani penasihat hukumnya yang duduk disebelahnya di dalam aula Kejari Samarinda.

Pengamatan Tribun, dua penyidik KPK yang memeriksa Abun sejak pukul 09.05 wita, ‎terpaksa tidak melaksanakan kewajiban solat Jumat. Bahka ia sempat memberitahukan kepada pegawai Kejari Samarinda, jika ingin solat Jumat dipersilahkan.

Baca: Bawa Bukti Ini, Pria Asal Pekalongan Mengaku Anak Kandung Artis Jaja Miharja

Hanya saja, dua penyidik KPK mengatakan, tidak solat Jumat dan akan dijamak dengan solat Ashar. "Saya inikan musafir. Nanti saja, solatnya dijamak dengan (waktu) ashar," kata penyidik KPK yang mengenakan rompi khas KPK, kepada pegawai Kejari Samarinda, Alfian.(bud)

Penulis: Budhi Hartono
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help