TribunKaltim/

Diperiksa Sebagai Tersangka, Penyidik KPK Cecar Abun 49 Pertanyaan

Pemeriksaan maraton dari saksi dan diperiksa sebagai tersangka mulai pukul 09.05 WITA, hingga menjelang maghrib, sekitar 18.10 WITA.

Diperiksa Sebagai Tersangka, Penyidik KPK Cecar Abun 49 Pertanyaan
TRIBUN KALTIM/BUDHI HARTONO
Terdakwa Hery Susanto usai diperiksa KPK menuruni anak tangga di Gedung Kejari Samarinda, Samarinda, Jalan M Yamin, didampingi dua petugas kepolisian bersenjata laras panjang, menuju mobil tahanan. 

SAMARINDA, TRIBUN - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar sekitar 49 pertanyaan untuk tersangka Abun (HSG), terkait dugaan suap perizinan perkebunan sawit PT Samarinda Golden Prima (SGP) di Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara..

Pemeriksaan maraton dari saksi dan diperiksa sebagai tersangka mulai pukul 09.05 WITA, hingga menjelang maghrib, sekitar 18.10 WITA. Selama pemeriksaan Abun tetap berada di dalam ruang Aula Kejari Samarinda.

Usai diperiksa sebagai saksi dan tersangka, Abun mengenakan setelan kemeja warna biru dongker warna biru, langsung meninggalkan ruang aula. Sambil didampingi penasihat hukumnya Deny Ngari SH dan dua petugas Brimob Samarinda bersenjata laras panjang, menuju mobil tahanan mengantar ke Lembaga Permsyarakatan (Lapas) Samarinda.

"Diperiksa penyidik KPK. Tadi diperiksa sekitar 49 pertanyaan sebagai pemeriksaan tersangka," ucap Deny sebelum meninggalkan kantor Kejari Samarinda, di Jalan M Yamin, Jumat (13/10).
Deny mengatakan, kliennya tidak akan mengajukan pra peradilan dalam perkara yang ditangani KPK. "Tidak (pra peradilan). Beliau tetap ke persidangan," kata Deny, usai mendampingi pemeriksaan tersangka selama dua jam lamanya.

Pengamatan Tribun, selama pemeriksaan berlangsung, pengusaha asal Samarinda ini, menjalani pemeriksaan sebagai tersangka terkait dugaan suap perizinan perkebunan sawit. Saat pemeriksaan tersangka, Abun didampingi penasihat hukumnya Deny Ngari.

Ditanya soal adanya tuduhan suap oleh KPK, Deny mengatakan, kliennya tidak mengakui tuduhan itu. "Tidak, itu murni jual beli (emas sekitar 15 kg)," jawab Deny.

Sekitar pukul 16.35 wita, penasihat hukumnya (Deny) diminta oleh penyidik KPK untuk mendampingi Abun. Deny mengenakan kemeja bermotif batik dominan warna merah.
Setelah diperiksa sebagai saksi selama 6 jam lamanya, untuk tersangka Bupati Kutai Kartanegara RIW terkait dugaan suap perizinan perkebunan sawit PT Samarinda Golden Prima (SGP), penyidik KPK melanjutkan pemeriksaan tersangka atas dirinya (Abun) dengan membawa dua koper berkas barang bukti.

Dalam surat panggilannya yang beredar, Abun diperiksa penyidik KPK sebagai saksi untuk tersangka Bupati Kukar RIW dan sebagai tersangka. "Tadi (diperiksa) sebagai saksi. Saya tidak dampingi," katanya. (bud)

Penulis: Budhi Hartono
Editor: Adhinata Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help