TribunKaltim/

Polemik Transportasi Online

Ditutup dan Akan Ditilang, Tanda Tangan Petisi Dukungan Transportasi Online Melonjak hingga 9.455

Saat Pemerintah Kota bersikukuh menutup dan polisi bahkan siap melakukan sweeping, dukungan terhadap transportasi online terus mengalir.

Ditutup dan Akan Ditilang, Tanda Tangan Petisi Dukungan Transportasi Online Melonjak hingga 9.455
KOLASE/TRIBUNKALTIM.CO
Ilustrasi polemik transportasi online di Kota Balikpapan. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Polemik soal keberadaan transportasi berbasis aplikasi yang sering disebut dengan taksi atau ojek online masih terus terjadi.

Di Kota Balikpapan, polemik kembali mengemuka saat terjadi aksi demo yang dilakukan sopir taksi konvensional yang juga didukung sopir angkutan kota (angkot), Rabu (11/20/2017).

Desakan sopir angkot dan taksi argo di Balikpapan yang berhasil membuat kesepakatan perihal menutup operasional transportasi online.

Perumusan kesepakatan tersebut berlangsung setelah ada pertemuan pelaku angkutan umum reguler dengan beberapa pihak dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, Diskominfo, dan Polres Balikpapan.

Berdasarkan masukan dari perwakilan taksi argometer dan angkutan kota, disebutkan ada tiga poin hasil yang dicapai.

Baca: Messi Loloskan Timnya ke Rusia, Begini Respon Neymar

Baca: Kian Ketat, Kini Aktivasi Kartu SIM Prabayar Wajib Daftarkan NIK dan KK, Ini Alasannya

  1. Penutupan segala bentuk kegiatan operasional serta pelayanan transportasi online Grab, Gojek, dan Uber di Kota Balikpapan yang belum memenuhi perizinan.
  2. Membentuk tim pengawasan (dari kepolisian, Dinas Perhubungan, DPRD dan Perwakilan Asosiasi Gabungan Angkutan Umum seperti angkot dan taksi) dalam hal tataran teknik pengawasan dan pengendalian untuk dapat berkoordinasi dengan pihak kepolisian.
  3. Pembentukan tim audiensi ke Kementerian Perhubungan dan Presiden Republik Indonesia terkait penutupan aplikasi Gojek, Uber dan Grab yang belum memenuhi perizinan sesuai peruntukannya.

Keputusan tersebut dibuat di Kota Balikpapan tertanggal 11 Oktober 2017, bertempat di ruang rapat gabungan komisi kantor DPRD Kota Balikpapan.

Keputusan ini berlanjut dengan penyegelan kantor penyedia jasa layanan transportasi online ini di Kota Balikpapan.

Penutupan kantor transportasi berbasis online di Jalan MT Hariyono Kota Balikpapan pada Rabu (11/10/2017) siang.
Penutupan kantor transportasi berbasis online di Jalan MT Hariyono Kota Balikpapan pada Rabu (11/10/2017) siang. (TribunKaltim/Budi Susilo)

Bahkan bukan hanya di Kota Balikpapan saja.

Halaman
1234
Penulis: tribunkaltim
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help