TribunKaltim/

Garuda dan Sriwijaya Air Serius Buka Rute Baru, PPK Minta Proyek Pemangkasan Bukit Dikebut

Kalau ada pilot (pesawat kecil) yang mau coba-coba dari situ, ya nggak apa-apa, sudah bisa. Kita juga berharap bukit itu segera selesai

Garuda dan Sriwijaya Air Serius Buka Rute Baru, PPK Minta Proyek Pemangkasan Bukit Dikebut
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN
Pesawat ATR-72 Wings Air baru saja landing di Bandara Tanjung Harapan, Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara, Selasa (8/8/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Pekerjaan perpanjangan landasan pacu (runway) Bandara Kelas III Tanjung Harapan Tanjung Selor dari 1.400 meter menjadi 1.600 meter, hampir rampung.

Walau belum secara resmi dioperasikan, beberapa pesawat kecil sudah mulai lepas landas (take off) dan mendarat (landing) di atas runway yang sudah diperpanjang tersebut.

Teknisi Elektronika Bandara Tanjung Harapan, yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) perpanjangan runway, Yuyu Rivai di ruangannya, Jumat (13/10) mengatakan, untuk pekerjaan fisik runway sebenarnya sudah tuntas. Saat ini, pekerjaan yang belum dilakukan adalah pemasangan stop way dan pagar di ujung landasan. Pekerjaan ini belum bisa dilakukan karena proyek penurunan elevasi ruas jalan Agathis atau biasa dikenal dengan pemangkasan bukit ini masih dikerjakan.

Sesuai papan plang proyek, pemangkasan bukit ini mulai dikerjakan pertengahan Juli 2017 dengan lama pekerjaan 90 hari kalender. Proyek ini menelan biaya sebesar Rp.2,37 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Kaltara tahun 2017. "Menunggu bukitnya dulu selesai dipangkas. Baru kita pasang stop way-nya," ujarnya.

Sebenarnya, jelas Yuyu, landasan ini sudah bisa digunakan, baik untuk pesawat pesawat kecil atau ATR 72. Hanya saja, karena masih terhalang bukit, pesawat ATR 72 belum bisa take off atau landing di atas runway baru tersebut. Agar bisa digunakan secara resmi nantinya, runway baru ini juga harus terlebih dahulu diverifikasi oleh Kementerian Perhubungan.

"Kalau ada pilot (pesawat kecil) yang mau coba-coba dari situ, ya nggak apa-apa, sudah bisa. Kita juga berharap bukit itu segera selesai. Kalau nggak, kan mubazir juga landasannya, nggak bisa dipakai," katanya.

Untuk diketahui, kata Yuyu, panjang runway menjadi salah satu hal yang dipersyaratkan sebuah maskapai ketika akan membuka rute baru dari dan ke sebuah daerah. Dan dengan runway yang sudah diperpanjang ini, sudah ada dua maskapai, yakni Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air yang sudah menyatakan keseriusannya untuk membuka rute penerbangan baru dari dan ke Tanjung Selor. Khusus untuk Garuda, selain panjang runway harus minimal 1.500 meter, maskapai ini juga meminta agar runway dilengkapi lampu.

"2016 lalu, Garuda sudah mau masuk. Tapi mereka mau runway-nya itu 1.500 meter. Ini kan sudah 1.600 meter, jadi sudah bisa," katanya.

Dalam waktu dekat, maskapai Wings Air yang sudah lebih dahulu melayani penerbangan Balikpapan-Tanjung Selor, Tanjung Selor-Balikpapan dengan ATR 72, juga akan menambah jadwal penerbangan baru dengan rute yang sama. Namun untuk penentuan jadwal penerbangan baru ini masih cukup alot dan masih harus dibicarakan lebih jauh.

"Mereka minta slot penerbangan siang dan malam. Kita minta itu pagi dan siang, supaya penumpang yang ke mana-mana juga lebih mudah kalau pagi," ujarnya.(*)

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help