TribunKaltim/

Kementerian Kesehatan Bangun Gedung Kebidanan dan Kandungan

Kita ketahui saat ini, kondisi keuangan Malinau seperti apa. Jadi, dengan adanya bantuan seperti ini kita sangat beruntung

Kementerian Kesehatan Bangun Gedung Kebidanan dan Kandungan
HO
Tidak punya rumah singgah, keluarga pasien asal pedalaman Kabupaten Nunukan menunggu kerabatnya di sekitar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Malinau. 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Upaya meningkatkan fasilitas kesehatan di RSUD Malinau, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memberikan bantuan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 5,841 miliar, untuk pembangunan gedung kebidanan dan kandungan. Bantuan ini sangat diperlukan RSUD di tengah kondisi defisit keuangan.

Direktur RSUD Malinau, dr Agustin Asie mengungkapkan rasa syukurnya terhadap kegiatan yang ada pada instansi yang dipimpinnya. Tidak mungkin Pemkab Malinau memberikan bantuan dana sebesar ini pada masa-masa sekarang. Apalagi, bangunan ini mendesak untuk diadakan.

"Kita ketahui saat ini, kondisi keuangan Malinau seperti apa. Jadi, dengan adanya bantuan seperti ini kita sangat beruntung. Bangunan ini juga merupakan sebuah upaya melengkapi fasilitas RSUD Malinau, yang selama ini tidak memiliki wadah khusus bagi bidang kebidanan dan kandungan. Dan untuk proses pembangunannya, sudah dilaksanakan sejak beberapa bulan lalu," ujarnya.

Bangunan yang dikerjakan PT Makmur Baru Jaya ini, sesuai dengan kalender kerja pada papan proyek akan selesai dalam 168 hari kalender kerja dan masa pemeliharaan selama 180 hari kalender. Pembangunan dilaksanakan di sekitar area RSUD Malinau yang biasanya digunakan untuk lokasi parkir tepat di samping kanan RSUD Malinau.

"Tahun ini juga bangunan akan selesai didirikan. Setelah selesai dibangun, maka untuk meningkatkan pelayanan masyarakat di RSUD Malinau seluruh persoalan kebidanan dan kandungan akan ditangani di gedung ini. Kalau kita lihat saat ini kan, semua pasien kita tangani dalam satu bangunan saja," jelasnya.

"Kita ketahui pula, sering kita dapati keluhan masyarakat yang tidak mendapatkan ruangan inap untuk menunggu persalinan. Hal ini terjadi bukan karena keinginan kami, tapi memang kapasitas ruangan kita yang tidak memadai. Nah, dengan adanya gedung khusus kebidanan dan persalinan ini semoga bisa menjawab persoalan ini," lanjutnya.

Awalnya, melihat kondisi keuangan yang sulit, Asie membeberkan, pihaknya segera berinisiatif mengajukan pembangunan untuk gedung kebidanan dan kandungan ini kepada Kemenkes. Alhasil, setelah menunggu beberapa lama Kemenkes memberikan angin segar dengan mengucurkan DAK tahun 2017.

"Saat ini dapat dilihat, proses pembangunan sudah memasuki konstruksi dan pematangan lahan. Semoga saja pembangunan dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Sehingga, gedung kebindanan dan kandungan ini dapat segera digunakan untuk ibu-ibu yang akan bersalin,' tuturnya. (*)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help