TribunKaltim/

Kian Ketat, Kini Aktivasi Kartu SIM Prabayar Wajib Daftarkan NIK dan KK, Ini Alasannya

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memperketat proses aktivasi kartu SIM prabayar milik operator telekomunikasi.

Kian Ketat, Kini Aktivasi Kartu SIM Prabayar Wajib Daftarkan NIK dan KK, Ini Alasannya
gizmodo.com
Ilustrasi kartu SIM prabayar 

TRIBUNKALTIM.CO - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memperketat proses aktivasi kartu SIM prabayar milik operator telekomunikasi.

Pelanggan baru maupun lama, wajib mendaftarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) di KTP dan nomor kartu keluarga (KK) miliknya.

Data NIK dan nomor KK yang dicantumkan dalam proses aktivasi tersebut nantinya akan dicocokkan dengan data yang dimiliki Dinas Kependudukan dan Kantor Catatan Sipil (Dukcapil) sehingga pengguna tidak bisa lagi sembarangan memasukkan nomor.

Baca: Maafkan Anak Saya, Terpukulnya Ibunda Dwi Hartanto Setelah Tahu Kebohongan Anak Kebanggaannya

 

"Soal registrasi prabayar ini sebenarnya kita terlambat, sudah sejak 2005 atau 12 tahun ada kebijakannya."

"Saat itu memang belum efektif karena ekosistemnya belum terbentuk," ujar Menkominfo Rudiantara saat bicara di hadapan wartawan, Rabu (11/10/2017).

"Kalau sekarang sudah ada e-KTP, sudah ada ekosistemnya, dan bisa dilakukan."

Baca: Pengojek Online Resah, Bagaimana Dapur Tetap Ngebul tapi Dilarang Beroperasi?

"Nanti, mulai 31 Oktober 2017, semua wajib mendaftarkan nomor dengan cara ini," imbuhnya.

Pendaftaran NIK dan KK bisa dilakukan pelanggan setelah membeli kartu prabayar.

Halaman
123
Editor: Ayuk Fitri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help