TribunKaltim/

Kompak Napak Tilas Pemekaran Kutai Timur, Jalan 80 Km Habiskan 50 Liter Air

Komunitas Pencinta Alam Kutai Timur (Kompak) memiliki cara tersendiri memaknai hari jadi ke 18 Kabupaten Kutai Timur.

Kompak Napak Tilas Pemekaran Kutai Timur, Jalan 80 Km Habiskan 50 Liter Air
tribunkaltim/margaret sarita
Tim napak tilas Kompak Kutim tiba di kawasan Bukit Pelangi Sangatta, tepat di hari Peringatan HUT Kabupaten Kutai Timur, Kamis (12/10) kemarin. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Komunitas Pencinta Alam Kutai Timur (Kompak) memiliki cara tersendiri memaknai hari jadi ke 18 Kabupaten Kutai Timur. Mereka memilih melakukan perjalanan dari titik terluar perbatasan Kutai Timur dan Kutai Kartanegara yang merupakan kabupaten induk sebelum pemecahan pada 1999 lalu. Mulai dari kawasan Jembatan Santan, Kukar hingga Bukit Pelangi, Sangatta.

Tim beranggotakan empat orang, yakni Ramlan, Aburahim, Muhajir, dan Muhamad Imran menyusuri jalan poros Samarinda-Bontang kemudian berbelok memasuki jalan poros Bontang-Sangatta sejauh sekitar 80 Km.

Selama tiga hari perjalanan, sejak Senin (9/10) hingga Kamis (11/10), mereka sempat berhenti di empat titik, yakni di Desa Suka Rahmat, Desa Teluk Pandan kawasan TNK dan Jl Pendidikan. Kemudian ikut bergabung dalam upacara peringatan HUT Kutim di lapangan Kantor Bupati, Kamis (12/10).

Baca: Rita jadi Tersangka, Golkar Survei Ulang Kandidat Cagub Kaltim

Ketua Kompak Budiman Hading mengatakan perjalanan yang dilakukan keempat anggotanya merupakan napak tilas perjalanan pemekaran Kabupaten Kutai Timur.

"Kita ingin memaknai HUT Kutai Timur, yang beranjak dari sebuah kabupaten pemekaran dari Kutai Kartanegara. Kita ingin mengingat bagaimana pemekaran terjadi. Maka itu, kita memilih titik terluar perbatasan Kutim dan Kukar, tepatnya di Jembatan Santan," ungkap Budiman.

Kegiatan ini, menurut Budiman, juga dirangkaikan dengan sosialisasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup. Mulai larangan menebang pohon dan ajakan menanam pohon di tingkat pelajar yang kami temui dalam perjalanan. Serta mengajak agar selalu menjaga kebersihan dan kesehatan di lingkungan pemukiman masyarakat.

Baca: Kemenhub Berencana Lelang Rute Kalstar, 5 Rute Terbang dari Kalimantan

Ramlan, Ketua Tim mengaku berbagai persiapan dilakukan menjelang perjalanan panjang yang mereka lakukan untuk HUT Kutim. Salah satunya persiapan air minum. Masing-masing membawa 2 botol air minum untuk perjalanan tersebut. Di setiap titik perhentian, botol yang habis langsung diisi lagi.

"Kita menghabiskan sekitar 50 liter air minum selama perjalanan ini. Ada yang diberi warga, ada pula yang beli. Tergantung kondisi dalam perjalanan. Karena tidak selalu ada warung," ungkap Ramlan.

Selain itu, mereka juga membawa perbekalan obat-obatan sebagai antisipasi kerawanan dalam perjalanan. Begitu juga kesiapan fisik, sudah dilatih sejak sebulan terakhir. "Alhamdulillah, sampai di Sangatta tidak ada kendala sama sekali," ujar Ramlan. (*)

Baca: Petir Sambar Panel PLTD Hingga Meledak

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help