TribunKaltim/

Pilgub Kaltim

Rita jadi Tersangka, Golkar Survei Ulang Kandidat Cagub Kaltim

Untuk mengetahui kecenderungan pemilih di Pilgub, maka DPP Partai Golkar memerintahkan untuk melakukan survei kembali pekan depan.

Rita jadi Tersangka, Golkar Survei Ulang Kandidat Cagub Kaltim
TRIBUN KALTIM/BUDHI HARTONO
Sofyan Hasdam 

SAMARINDA, TRIBUN - Posisi Rita Widyasari sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kaltim, saat ini masih terbilang aman. Ini berdasarkan hasil rapat pleno di DPP Partai Golkar terkait statusnya yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sementara untuk posisinya sebagai kandidat tunggal calon gubernur Kaltim dari Partai Golkar, bakal digantikan figur lain.

Ketua Bidang Koordinator Pemenangan Pemilu Wilayah Kalimantan DPP Partai Golkar, Andi Sofyan Hasdam mengatakan, posisinya sebagai Ketua Partai Golkar Kaltim tidak ada langkah apapun. "Kalau masalah pengurusan, tidak ada langkah apapun. Kita tetap menunggu berjalannya proses pengadilan. Tetapi untuk pilgub, itu kita lakukan survei ulang," ungkap Sofyan Hasdam, yang menghubungi Tribun, Jumat (13/10) malam.

Sedangkan posisinya sebagai kandidat cagub dari Partai Golkar, kata dia, akan melihat proses untuk melihat kecenderungan pemilih di Kaltim. Untuk mengetahui kecenderungan pemilih di Pilgub, lanjut Sofyan, maka DPP Partai Golkar memerintahkan untuk melakukan survei kembali pekan depan.

Survei yang dilakukan,untuk mengetahui siapa calon kandidat yang berpeluang dan punya potensi menang di pemilihan gubernur Kaltim. "Survei untuk melihat kecenderungan pemilih, setelah Ibu Rita dinyatakan tersangka," ucap Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).

Lembaga survei yang akan digunakan oleh DPP Partai Golkar untuk mengetahui kecenderungan pemilih di Pilgub Kaltim nanti, kata dia, kemungkinan akan menunjuk Lembaga Indo Barometer.

"Mungkin Indo Barometer. Paling lambat minggu depan (mulai disurvei). Hasil rapat pleno di DPP secepatnya. Kita belum bicara siapa yang dicalonkan. Tetapi perintah pleno adalah survei," kata Sofyan, mantan Walikota Bontang dua periode.

Menurut dia, dalam menghadapi Pilkadan Partai Golkar memiliki orientasi menang. "Masalah kecocokan itu yang kedua. Kita lihat survei dulu, apakah si A dan B bisa menang tidak kalau dipasangkan," tuturnya.

Survei yang akan dilakukan nanti akan melakukan simulasi pasangan kandidat cagub dan cawagub Kaltim 2018. Misalnya, Rusmadi Wongso-Sofyan Hasdam, Safaruddin-Syaharie Jaang, Yusran Aspar-Makmur, atau Rusmadi-Sofyan Hasdam atau Sofyan Hasdam-Safaruddin. "Ada simulasi. Karena DPP Partai Golkar berpegang pada survei. Itu sebagai buktinya. Kemenangan kita di 2017 itu memonitor melalui survei," pungkasnya.

Sementara, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan hingga kini belum ada tanda-tanda mengeluarkan rekomendasi kandidat pasangan yang diusung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim periode 2018-2023. Ini dikemukakan Agus Salim, Wakil Ketua Bidang Infokom Agitasi-Propaganda DPD PDI Perjuangan Kaltim.

"Belum ada jadwal Rakerdasus. Rakerdasus dikeluarkan setelah DPP menerbitkan rekomendasi (pasangan Pilgub Kaltim)," kata Agus Salim, kepada Tribun, Jumat (13/10).

Hanya saja, kata dia, DPP PDI Perjuangan baru mengeluarkan surat rekomendasi untuk DPD Provinsi Jawa Timur, "Jatim bisa mengusung sendiri. Dia masuk klaster 1. Kaltim ini masuk klaster 2, karena tidak bisa mengusung sendiri," tutur Agus.
Untuk wilayah Kaltim, lanjut dia, DPP PDI Perjuangan masih menunggu situasi atau konstelasi politik yang berubah cepat.

Kata dia, beberapa kandidat yang berpeluang antara lain, Isran Noor, Syaharie Jaang, Yusran Aspar, Safaruddin dan Rusmadi Wongso. Sementara, kader internal partai seperti Awang Ferdian sudah jarang berkomunikasi. (bud)

Penulis: Budhi Hartono
Editor: Adhinata Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help