TribunKaltim/

Rita Widyasari Tersangka, DPP Partai Golkar Survei Ulang Kandidat Cagub Kaltim

Sementara untuk posisinya sebagai kandidat tunggal calon gubernur Kaltim dari Partai Golkar, bakal digantikan figur lain.

Rita Widyasari Tersangka, DPP Partai Golkar Survei Ulang Kandidat Cagub Kaltim
TRIBUN KALTIM/BUDHI HARTONO
Sofyan Hasdam 

TRIBUNKALTIM.CO - Posisi Rita Widyasari sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kaltim, saat ini masih terbilang aman. Ini berdasarkan hasil rapat pleno di DPP Partai Golkar terkait statusnya yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sementara untuk posisinya sebagai kandidat tunggal calon gubernur Kaltim dari Partai Golkar, bakal digantikan figur lain.

Baca: Diperiksa Sebagai Tersangka Suap Bupati Kukar, Abun Dicecar 49 Pertanyaan

Ketua Bidang Koordinator Pemenangan Pemilu Wilayah Kalimantan DPP Partai Golkar, Andi Sofyan Hasdam mengatakan, posisinya sebagai Ketua Partai Golkar Kaltim tidak ada langkah apapun.

"Kalau masalah pengurusan, tidak ada langkah apapun. Kita tetap menunggu berjalannya proses pengadilan. Tetapi untuk pilgub, itu kita lakukan survei ulang," ungkap Sofyan Hasdam, yang menghubungi TribunKaltim.co, Jumat (13/10/2017) malam.

Sedangkan posisinya sebagai kandidat cagub dari Partai Golkar, kata dia, akan melihat proses untuk melihat kecenderungan pemilih di Kaltim.

Baca: Jijik Banget, Ayu Ting Ting dan Raffi Ahmad Bergantian Ngemut Permen

Untuk mengetahui kecenderungan pemilih di Pilgub, lanjut Sofyan, maka DPP Partai Golkar memerintahkan untuk melakukan survei kembali pekan depan.

Survei yang dilakukan,untuk mengetahui siapa calon kandidat yang berpeluang dan punya potensi menang di pemilihan gubernur Kaltim.‎

Baca: Abun Jalani Pemeriksaan Perdana Kasus Suap Bupati Kukar

"Survei untuk melihat kecenderungan pemilih, setelah Ibu Rita dinyatakan tersangka," ucap Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).

Lembaga ‎survei yang akan digunakan oleh DPP Partai Golkar untuk mengetahui kecenderungan pemilih di Pilgub Kaltim nanti, kata dia, kemungkinan akan menunjuk Lembaga Indo Barometer. (*)

Penulis: Budhi Hartono
Editor: Januar Alamijaya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help