Berita Video
VIDEO – Begini Pernyataan Sekjen Bubuhan Gojek ‘ada 4500 Driver di Samarinda’
Pasalnya, menurutnya, permasalahan taksi konvensional dan angkutan online tak semestinya melebar ke angkutan roda dua, yakni Gojek.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ditutupnya operasional tiga penyedia jasa angkutan online (Grab, Uber dan Go-Car) di Samarinda pada Kamis(19/10), dianggap tidak berpengaruh pada ojek online.
Ditegaskan Irfan, Sekjen Bubuhan Gojek Samarinda tak akan membuat kalangan Gojek, untuk stop operasional.
Baca: Bingung Mau Makan Siang Pakai Menu Apa? Ini 7 Makanan Unik Khas Nusantara yang Bisa Dicoba
Pasalnya, menurutnya, permasalahan taksi konvensional dan angkutan online tak semestinya melebar ke angkutan roda dua, yakni Gojek.
Baca: Ratusan Prajurit Marinir Dikabarkan Mengamuk dan Serang Rumah Danyon
“Saya sempat dengar Saya sempat dengar rapat di dalam (antara Dishub dan manajemen Go-Car Samarinda), Gojek tak mau diikut-ikutkan,” kata Irfan.
Baca: Pura-pura Buta, Penghasilan Pengemis Ini Kalahin Gaji Manajer Bank
Baginya, Gojek itu angkutan roda dua yang tidak ada aturannya. “Jumlah driver Gojek di Samarinda itu ada lebih 4500 driver,” lanjutnya.
Baca: Padahal Masih 12 Tahun, Bocah Ini Tinggi Badanya Sudah 2,3 Meter, Kini Ia Berjuang Lewati Maut
Sementara itu hasil rapat antara Dishub Kaltim dan Manajemen Go-Car Samarinda, tidak ada yang membicarakan masalah Gojek.
Baca: Tiba-tiba Nagita Slavina Muncul dengan Badan Penuh Lumpur dan Menangis, Kenapa Lagi?
“Kami tunggu. Gojek tak mau diikut-ikutkan. Mohon maaf, kalau Gojek diikut-ikutkan, mungkin akan saya turunkan massa lebih besar. Kami lebih banyak dari mereka (angkutan konvensional),” papar Irfan.
Baca: Fitur Pelacak Teman di WhatsApp Sudah Bisa Dipakai di Indoneisa, Begini Caranya
Intinya, Irfan dan kawan-kawan meminta jangan sampai ada penutupan dan pelarangan Gojek di Samarinda. “Bagi kami Gojek tetap jalan,” ujarnya saat ditemui di depan Kantor Go-Car Samarinda,Jalan KH. Wahid Hasyim.