Gara-gara Kayu, ABK Kapal Kaget Didatangi Polisi Bersenjata

Kayu tersebut diangkut dari Sekatak Bulungan dengan tujuan Sei Bengawan Tarakan. Saat kita periksa tanpa dilengkapi dokumen

Gara-gara Kayu, ABK Kapal Kaget Didatangi Polisi Bersenjata
Istimewa
Awak kapal tanpa nama saat diamankan jajaran Dit Polairud Polda Kaltim di perairan Liagu Kabupaten Bulungan disetop polisi air, Rabu (25/10/2017) malam kemarin. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kapal kayu tanpa nama yang melintas di perairan Liagu Kabupaten Bulungan disetop polisi air, Rabu (25/10/2017) malam kemarin.

Jajaran patroli Dit Polairud Polda Kaltim melihat gelagat mencurigakan saat kapal tersebut melintas di posisi koordinat 03° 28' 639" LU - 117° 28' 599" BT.

Petugas bersenjata lengkap kemudian mendatangi kapal kemudian melakukan pengecekan. Benar saja di atas kapal kayu bermesin satu merek Yamaha 40 PK terdapat ratusan lembar kayu jenis Kruing ukuran 10x10.

Baca: Sempat Pindah Karena Lumpur Lapindo, Rumah Via Vallen Kini Tak Kalah Mewah dengan Ayu Ting Ting

Saat ditanya surat dan dokumen muatan, nakhoda tersebut tak bisa menunjukkan kepada petugas. Kontan hal itu meyakinkan petugas bahwa kayu yang mereka bawa tersebut illegal. Belakangan diketahui merupakan hasil pembalakan liar.

"Total kayu berat sekitar 9 kubik," kata Dir Polairud Polda Kaltim Kombes Pol Omad melalui Kasatrolda AKBP Putra Wiratama SH SIK MSi, Kamis (26/10/2017).

Baca: Ganti Rugi Belum Tuntas, Pemilik Lahan Akan Terus Segel Ruangan kelas SMA 2

Edy Saputra (26) nakhoda kapal beserta 2 anak buah kapal (ABK) tak berkutik diamankan petugas menuju Satlan Tarakan, Kalimantan Utara.

"Kayu tersebut diangkut dari Sekatak Bulungan dengan tujuan Sei Bengawan Tarakan. Saat kita periksa tanpa dilengkapi dokumen dan surat yang sah," ungkapnya.

Para awak kapal tersebut diduga melakukan tindak pidana dengan sengaja mengangkut, menguasai, atau memiliki hasil hutan kayu yang tidak dilengkapi secara bersama surat keterangan sahnya hasil hutan. Sebagaimana dimaksud pasal 83 ayat 1 huruf b jo pasal 12 huruf e UU RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengerusakan Hutan.

Baca: Pengadilan Saudi Putuskan Perusahaan Bin Laden Tak Bertanggung Jawab Kompensasi Korban Crane

"Kita adhock kapal pelaku serta BB lainnya ke Satlan II Dit Polair Polda Kaltim. Lalu tengah koordinasi dengan Subdit Gakkum guna proses lanjut," bebernya. (*)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help