Home »

Opini

Tersesat di Jantung Hutan Hujan, Kisah Suku Amazon di Pedalaman Brazil Bak Melintas 2 Dunia Berbeda

Di hutan hujan Amazon, pesawat terbang di atas permukiman Waiapi di Manilha. Mereka mengenakan kain merah terang yang meliliti bagian bawah perut.

Tersesat di Jantung Hutan Hujan, Kisah Suku Amazon di Pedalaman Brazil Bak Melintas 2 Dunia Berbeda
(AFP/Apu Gomes)
Penduduk Waiapi melihat sebuah pesawat terbang di langit di Amapa, Brasil pada 15 Oktober 2017. 

TRIBUNKALTIM.CO -  Terpaku. Itulah yang dirasakan oleh suku pedalaman Amazon di Brasil saat memandang ke langit. "Pesawat terbang," kata seorang warga suku.

Di hutan hujan Amazon, nampak sebuah burung besi terbang di atas permukiman Waiapi di Manilha, yang memikat penduduk desa. 

Mereka hanya mengenakan kain berwarna merah terang yang meliliti bagian bawah perut.

Kulit mereka juga dilumuri cat merah kehitaman yang terbuat dari biji urucum dan buah jenipapo.

"Apakah kalian berpikir pesawat itu datang untuk melihat kita?" tanya Aka'upotye Waiapi, anak tertua dari kepala suku, seperti dilansir dari AFP, Jumat (27/10/2017).

Baca: Myanmar Sita 250 Kg Narkoba Jenis Sabu Senilai Lebih dari Rp 62 Miliar

Baca: Investor PLTA Kewalahan Soal Harga Lahan, Gubernur Sampaikan Arahan Khusus kepada Bupati

Baca: Menlu Rex Tillerson Tidak Bisa Keluar dari Pangkalan Militer di Afganistan

Setelah menghilangnya pesawat itu dari penglihatan mereka, perasaan tidak nyaman masih menyelimuti para penduduk. 

Waiapi pernah melakukan kontak dengan pemerintah Brasil pada 1970-an.

Halaman
123
Editor: Maturidi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help