TribunKaltim/

Korem 091 Aji Surya Natakesuma

Pelatihan Penanganan Jantungan, Prajurit TNI Dituntut Bisa Beri Pertolongan Pertama

Tumpukan kolesterol pada pembuluh darah serta proses peradangan diduga menjadi penyebab penyakit ini.

Pelatihan Penanganan Jantungan, Prajurit TNI Dituntut Bisa Beri Pertolongan Pertama
istimewa
Pelatihan penanganan penyakit jantung di laksanakan di aula Kodim 0901/Samarinda, Jumat (27/10/2017). 

Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Penyakit jantung merupakan kondisi dimana ketika pembuluh darah utama yang menyuplai darah ke jantung (pembuluh darah koroner) mengalami kerusakan.

Tumpukan kolesterol pada pembuluh darah serta proses peradangan diduga menjadi penyebab penyakit ini. Ketika hal itu terjadi, pembuluh darah akan menyempit sehingga aliran darah dan suplai oksigen menuju jantung pun akan terhambat.

Baca: Malaysia Harus Kembalikan Emas Sea Games 2017, Gara-gara Hal Memalukan

Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian. Maka dari itu, pengetahuan tentang bantuan hidup dasar bagi pasien serangan jantung sangat penting, terutama bagi anggota TNI, sehingga harus memiliki kemampuan untuk memberikan pertolongan pertama kepada pasien serangan jantung.

“Kematian akibat serangan jantung sejatinya bisa dicegah dengan melakukan bantuan hidup dasar seperti cardiopulmonary resuscitation (CPR). Sayangnya kesempatan untuk melakukan itu hilang karena minimnya pengetahuan prajurit," Ucap dokter PPK1 Tenggarong, dr Prihatini Ismonita Pasca Secioria, saat mensosialisasikan pelatihan bantuan hidup dasar di aula Kodim 0901/Samarinda, Jumat (27/10/2017).

Baca: Via Vallen Pamer Foto Bareng Raffi Ahmad, Mau Nyaingi Ayu Ting Ting?

Dalam sambutan Danrem 091/ASN Brigjen TNI Irham Waroihan, yang dibacakan Dandenkesyah Samarinda Letkol Ckm Tony Iskandar mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah untuk mencegah kematian akibat henti jantung mendadak melalui pertolongan pertama pada gawat darurat.

"Saya berharap, personel Korem 091/ASN mampu melakukan pertolongan secara mandiri dan kemudian mampu menjadi sumber informasi bagi masyarakat secara luas," tuturnya.

Baca: Warga Tanjung Tengah Catatkan Sejarah Kibarkan Merah-Putih 1.000 M2 di Menara Bambu 110 M

Danrem juga menghimbau agar personel yang telah di tunjuk dalam pelatihan itu, bersungguh-sungguh dalam mengikuti kegiatan. Tidak hanya menjadikan kegiatan ini sebagai formalitas, namun menumbuhkan kesadaran pentingnya pengetahuan dasar pada kejadian henti jantung dan penatalaksanaannya.

“Berkenaan dengan penyeleggaraan kegiatan ini, sebagai Komandan Korem 091/Aji Surya Natakesuma dan pribadi saya mengucapkan terima kasih kepada panitia dan semua pihak yang telah membantu terlaksananya Pelatihan ini”, ujarnya. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help