TribunKaltim/

Pengurus KBBKT-KU Terbentuk, Ini Tokoh Banjar Menduduki Jabatan Penting di Indonesia

Kegiatan Aruh Ganal menjadi wadah silaturahmi Kerukunan Keluarga Banjar Kaltim-Kaltara dilaksanakan di Tanjung Selor

Pengurus KBBKT-KU Terbentuk, Ini Tokoh Banjar Menduduki Jabatan Penting di Indonesia
tribunkaltim/arfan
PENGUKUHAN -Presiden Banjar Sedunia H Rudy Arifin, Ketua Umum KBBKT-KU Irianto Lambrie dan pengurus KBBKT-KU baru dikukuhkan di Lapangan Agatis, Tanjung Selor, Sabtu (4/11). 

TRIBUNKALTIM.CO - Kegiatan Aruh Ganal menjadi wadah silaturahmi Kerukunan Keluarga Banjar Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (KBBKT-KU) pertama yang dilaksanakan di ibukota Provinsi Kaltara, Tanjung Selor. Kegiatan ini berjalan sukses dan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan.

ACARA inti Aruh Ganal atau Kenduri Akbar digelar di Lapangan Agatis Tanjung Selor, Sabtu (4/11). Kesuksesan ini menurut Ketua Umum KBBKT-KU Irianto Lambrie tak lepas dari kerja keras panitia dan para pihak terkait, termasuk masyarakat yang mendukung.

Bubuhan Banjar dari berbagai penjuru Tanah Air antara lain dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Jambi, Bengkulu, DKI Jakarta, dan beberapa daerah lainnya satu semangat mengikuti Aruh Ganal yang kegiatan intinya Pengukuhan Badan Pengurus Provinsi (BPP) KBBKT-KU Periode 2017-2022. Perwakilan Bubuhan Banjar asal Malaysia juga turut hadir di tengah-tengah banyaknya bubuhan.

Baca: VIDEO TEASER Balikpapan City Center Nasibmu Kini

BPP KBBKT-KU dikukuhkan oleh Presiden Banjar Sedunia H Rudy Arifin yang juga pernah menjadi Gubernur Kalsel. Dewan Penasihat KBBKT-KU yang juga mantan Wakil Gubernur Kaltim Farid Wadjdy juga turut menyaksikan prosesi ini. BPP KBBKT-KU yang dikukuhkan merupakan hasil Musda yang digelar di Balikpapan April lalu. Irianto Lambrie secara aklamasi terpilih memimpin organisasi paguyuban ini.

Ketua Umum KBBKT-KU Irianto Lambrie mengatakan proses penyusunan BPP KBBKT-KU tidaklah mudah sebab harus menyatukan Bubuhan Banjar di Kaltim dan Kaltara. Antusiasme Bubuhan Banjar masuk dalam kepengurusan sangatlah tinggi. Namun belum semuanya diakomodir.

"Keputusan ini bisa diubah setiap saat. Banyak bubuhan hendak duduk jadi pengurus. Saya mohon kepada bubuhan yang belum sempat duduk agar tidak berkecil hati. Pada intinya kita mengutamakan persaudaraan," kata pria yang juga menjabat Gubernur Provinsi ke-34 Tanah Air, Kalimantan Utara.

Dalam kesempatan ini, Irianto mengulas beberapa kiprah orang Banjar yang berhasil memberi kontribusi positif dalam pembangunan baik berskala daerah maupun nasional. Di era perjuangan kemerdekaan tak asing nama Pengeran Antasari. Ada pula Brigjen Hasan Basri yang dikenal sebagai Bapak Gerilya Kalimantan, termasuk Dr. KH. Idham Chalid, politisi nasional yang sangat berpengaruh pada masanya.

Baca: Populasi Duyung Terancam Punah, Ini Bagian Tubuh Duyung yang Paling Diburu

"Beliau Pak Idham Chalid pernah jadi Ketua DPR MPR. Bahkan sebeluamnya ada Pengeran Muhammad Noor, mantan Menteri Pekerjan Umum RI. Ada pula Pak Denny Indrayana dulu Wamenkumham dulu, sekrang guru besar di luar negeri dan UGM," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help