TribunKaltim/

Para TKI Diminta Tak Halangi Anak-anaknya Mendapatkan Pendidikan

Sehingga hal inipula yang menghambat mereka untuk bertemu kedua orang tuanya di Malaysia saat musim liburan.

Para TKI Diminta Tak Halangi Anak-anaknya Mendapatkan Pendidikan
TRIBUN KALTIM / NIKO RURU
SMK Negeri 1 Sebatik Barat yang dibangun untuk memfasilitasi pendidikan anak-anak TKI yang bekerja di Negara Bagian Sabah, Malaysia. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Negara Bagian Sabah, Malaysia diharapkan tidak menghalangi anaknya untuk mendapatkan pendidikan di Kabupaten Nunukan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara,  Sigit Muryono, mengatakan, anak-anak usia pelajar sebaiknya tidak menjadi korban keegoisan orang tuanya.

"Jangan egois! Kalau mau jadi TKI, cukup orang tuanya saja. Anaknya biar sekolah di kampung halaman," ujarnya.

Sigit mengatakan, pemerintah sejak 2006 telah melakukan survei hingga ke tempat-tempat penampungan anak-anak TKI.

Setelah survei, dilakukan sinergi antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama dan Kementerian Sosial.

“Kemendikbud untuk bangunannya, Kemenag untuk metode belajar karena berbasis pesantren, lalu Kemensos untuk urusan konsumsi dan kebutuhan sehari-harinya,” ujarnya.

Sigit mengatakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah membangun Sekolah Menengah Pertama Berbasis Pesantren (SMPBP) di Kabupaten Nunukan.

“Itu SMK Mutiara Bangsa Sebatik. Peruntukannya untuk anak TKI,” ujarnya.

Untuk mendukung langkah itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara juga telah merencanakan pembangunan empat Sekolah Menengah Kejuruan yang tersebar di Kecamatan Krayan, Kecamatan Sebatik Barat, kecamatan Siemanggaris dan kecamatan Nunukan.

Halaman
12
Penulis: Niko Ruru
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help