TribunKaltim/

2018, Samarinda Terancam Tanpa Proyek Baru

Sementara, beberapa bangunan besar yang mangkrak, seperti pembangunan pasar, menurut Sugeng, belum bisa diakomodir.

2018, Samarinda Terancam Tanpa Proyek Baru
tribunkaltim.co/rafan arif dwinanto
Sugeng Chairudin 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Samarinda mengupayakan agar tidak ada proyek baru di APBD 2018 mendatang.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Samarinda, Sugeng Chairuddin usai rapat bersama Walikota Samarinda, Syaharie Jaang, Selasa (7/11/2017).

Upaya meniadakan proyek baru tersebut, menurut Sugeng harus dilakukan melihat potensi penerimaan Pemkot Samarinda di 2018 mendatang.

“Potensi penerimaan kita menurun. Dari Rp 2,3 triliun di 2017, menjadi Rp 1,69 triliun di 2018 nanti. Jadi, kita upayakan tidak ada proyek baru,” kata Sugeng.

Kondisi penurunan penerimaan inilah, yang dilaporkan TAPD ke Walikota Samarinda.

Mendengar laporan tersebut, kata Sugeng, Walikota menginstruksikan agar  anggaran dialokasikan untuk proyek-proyek prioritas.

“Terutama banjir. Melanjutkan pembangunan sekolah yang hanya tiang-tiang di Samarinda Seberang. Memerbaiki SMP di Sungai Kunjang dan memerbaiki kantor-kantor lurah yang sudah parah kondisinya,” urai Sugeng.

Sementara, beberapa bangunan besar yang mangkrak, seperti pembangunan pasar, menurut Sugeng, belum bisa diakomodir.

“Yang mangkrak besar ya belum bisa,” kata Sugeng.

Namun demikian, lanjut Sugeng, proyek baru bisa diadakan selama dalam koridor program prioritas. Contohnya, proyek pengendalian banjir di lokasi baru.

“Kuncinya itu, proyek baru tapi dalam koridor skala prioritas,” tegas Sugeng. (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help