TribunKaltim/

Dana BPJS Ketenagakerjaan Triliunan Menambal Defisit BPJS Kesehatan

Seperti kecelakaan itu dikerjakan oleh BPJS Kesehatan dengan Jasa Raharja itu kerap jadi masalah, karena, misalnya kecelakaan tunggal

Dana BPJS Ketenagakerjaan Triliunan Menambal Defisit BPJS Kesehatan
tribunkaltim.co/rudy firmanto
Salah satu peserta UKM konsultasi di konter BPJS Ketenagakerjaam dalam acara Gebyar UKM 2016 di Aula Rumah Jabatan Walikota Balikpapan, Kamis (13/10/2016). 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek menyebut, BPJS ketenagakerjaan dapat membantu mengurangi defisit BPJS Kesehatan. Khususnya, untuk mengganti klaim BPJS Kesehatan yang berasal dari kecelakaan di jalan maupun kecelakan kerja.

"Seperti kecelakaan itu dikerjakan oleh BPJS Kesehatan dengan Jasa Raharja itu kerap jadi masalah, karena, misalnya kecelakaan tunggal tidak ada saksi bukti ada tidak bisa dibayarkan," kata Menkes kepada Kontan.co.id, Selasa (7/11) seusai acara Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional 2017 di Jakarta.
Selain itu, Nina menambahkan BPJS Ketenagakerjaan juga bisa peran dalam membayar biaya pengobatan korban kecelakaan kerja.

Ia mencontohkan bagaimana kecelakaan di pabrik petasan di Kosambi bisa diklaim oleh BPJS Kesehatan.
"Seperti kemarin di Kosambi, saya pikir harunys BPJS Ketenagakerjaan juga ikut, jangan semuanya ke BPJS Kesehatan," sambung Menkes.

Meski demikian, Nila menyadari memang butuh mekanisme lebih lanjut guna mengetahui sumber penyakit disebabkan oleh pekerjaan atau tidak.

Sebelumnya Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris mengatakan, guna menambal defisit, Pemerintah akan menjalin kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan agar penyakit yang terjadi akibat pekerjaan nantinya bisa ditanggung oleh lembaga tersebut.

Fahmi mengatakan, telah menjalin komunikasi dengan BPJS Ketenagakerjaan agar upaya tersebut bisa terwujud.
"Memang tidak mudah, apalagi membedakan penyakit yang terjadi akibat pekerjaan atau karena penyakit komunitas, makanya kami sedang komunikasikan dengan mereka," katanya.

Sejak pertama diluncurkan pada 2014, BPJS Kesehatan sendiri memang selalu alami defisit. Pada 2014, defisit keuangan BPJS Kesehatan mencapai Rp 3,3 triliun. Tahun 2015, defisit membengkak menjadi Rp 6 triliun dan tahun 2016 mencapai Rp 9,7 triliun. (*)

Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help