TribunKaltim/

Ombudsman Investigasi Penyimpangan Pengelolaan Pasar Induk

Alasannya, kasus ini memang cukup menyita perhatian publik dan hasil LAHP memang sudah sangat ditunggu-tunggu.

Ombudsman Investigasi Penyimpangan Pengelolaan Pasar Induk
Tribun Kaltim/Doan Pardede
Ketua ORI Perwakilan Kaltara, Ibramsyah menyampaikan sambutan dalam penyampaian LAHP di ruang rapat Sekda, kantor Bupati Bulungan, Jalan Jelarai, Tanjung Selor, Selasa (7/11/2017) 

Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Ombudsman RI (ORI) Perwakilan Kaltara akhirnya merampungkan pemeriksaan seputar adanya dugaan penyimpangan prosedur dalam tata kelola Pasar Induk Kabupaten Bulungan, Jalan Sengkawit, Tanjung Selor.

Untuk diketahui, kasus ini bermula dari adanya keluhan masyarakat seputar sulitnya memperoleh los untuk berjualan di pasar tradisional terbesar di Kabupaten Bulungan tersebut. Diduga kuat, ada monopoli kepemilikan los oleh sejumlah oknum.

Baca: Belasan Paket Sabu Disimpan di Lemari

Penyampaian Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) atas dugaan penyimpangan prosedur tersebut digelar di ruang rapat Sekda, kantor Bupati Bulungan, Jalan Jelarai, Tanjung Selor, Selasa (7/11/2017).

Hadir antara lain Ketua ORI Perwakilan Kaltara Imbramsyah, Asisten II Setkab Bulungan Hamdani, Kepala Bidang Perdagangan Disperindakop Bulungan Hamri Effendi, Kepala Inspektorat Daerah Imbramsyah, Kepala UPT Pasar Induk Jolly Kamser Sinaga, perwakilan Koperasi Wira Niaga Pasar Induk, Koperasi Kartika Kodim 0903/Tanjung Selor (TSR), perwakilan Dinas Perhubungan Kabupaten Bulungan, dan sejumlah hadirin lainnya.

Baca: Polwan Cantik Terjaring Operasi Zebra, Turun dari Mobil Tiba-tiba Lakukan Ini

Mengawali sambutannya, Ketua ORI Perwakilan Kaltara Imramsyah menyampaikan permohonan maaf jika dalam LAHP nantinya ada pihak-pihak atau instansi yang hadir, termasuk ke dalam pihak-pihak yang diduga melakukan maladministrasi tersebut.

Imbramsyah menegaskan, investigasi ini bukan bermaksud untuk mencari-cari kesalahan. Tapi tujuan investigasi ini semata-mata agar tata kelola Pasar Induk bisa lebih baik ke depannya

"Kalau pun ada diduga penyimpangan, itu untuk perbaikan," ujarnya.

Baca: Bantu Pengawasan, Telkomsel Instal Aplikasi Khusus di Sekolah

Imbramsyah juga menyampaikan, sejak ORI Perwakilan Kaltara berdiri, baru kali inilah penyampaian LAHP dilakukan secara terbuka.

Alasannya, kasus ini memang cukup menyita perhatian publik dan hasil LAHP memang sudah sangat ditunggu-tunggu.

Baca: Heboh Penemuan Mayat di Tepi Sungai Mahakam

"Ini baru pertama kali kita sampaikan secara terbuka. Biasanya, hasilnya kita tembuskan saja ke OPD (Organisasi Perangkat Daerah) nya," katanya. (*)

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Januar Alamijaya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help