TribunKaltim/

Berita Video

VIDEO – Ternyata Kesenian ini Bisa Bikin Kerasukan Bahkan Hingga Makan Ayam Mentah

Kuda lumping juga disebut jaran kepang atau jathilan adalah tarian tradisional Jawa menampilkan sekelompok prajurit tengah menunggang kuda.

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Ternyata kesenian Kuda Lumping yang di dalam video ini banyak membuat orang tidak sadarkan diri atau kesurupan.

Seni Kuda Lumping ini berasal dari Pulau Jawa, awalnya sebagai kesenian tari budaya.

Kuda lumping juga disebut jaran kepang atau jathilan adalah tarian tradisional Jawa menampilkan sekelompok prajurit tengah menunggang kuda.

Tarian kuda lumping biasanya hanya menampilkan adegan prajurit berkuda, akan tetapi beberapa penampilan kuda lumping juga menyuguhkan atraksi kesurupan, kekebalan, dan kekuatan magis, seperti atraksi memakan beling dan kekebalan tubuh terhadap deraan pecut.

Bahkan atraksi ini yang banyak menyedot penonton, seperti yang terjadi di acara Gowes HUT Brimob di SPN Balikpapan.

Beberapa pemuda mendadak 'kesurupan'' di lapangan Sekolah Polisi Negara, Balikpapan, Minggu (5/11/2017).

Baca: Tanah Abang Macet, Sandiaga Uno Sebut Penyebabnya karena Pejalan Kaki

Tingkah blingsatan pemuda yang kesetanan ini sempat menjadi totonan ratusan goweser yang asyik menonton pagelaran seni Kuda Lumping Kudo Yakso Singo Trunan.

Beberapa dari mereka tiba-tiba berteriak dan ada juga yang seperti  menirukan hewan melata, dengan berjalan merayap menyerupai buaya. Bahkan, salah seorang penari kuda lumping yang 'kesetanan' berani memakan ayam hidup bercampur kaca lampu tempel.

Baca: Operasional Capai Rp 20 Juta per Hari, Bupati Upayakan Solusi Pembiayaan SMAN 2

Beruntung, atraksi ini langsung mendapatkan pengawalan dari beberapa pawang.

Mantra di bisikkan ke telinga para pemuda tadi. Sangking banyaknya pemuda yang kesurupan, pawang langsung memanggil para pemuda itu maju kedepan untuk 'disembuhkan' digeret beberapa orang.

Baca: Pra Porprov Balap Sepeda di Kutim Sukses, Juaranya Berau!

"Yang merasa kesetanan maju. Ini setahun dari pelabuhan,"kata seorang pawang kuda lumping sore itu.

Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Martinus Wikan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help