TribunKaltim/

Plafon Ruang Tunggu Bandara Malinau Jebol, Ini yang Ditakutkan Penumpang

Sempat ditutup sementara beberapa bulan lalu, lantai dua terminal Bandara Kol RA Bessing Malinau ternyata telah dibuka kembali.

Plafon Ruang Tunggu Bandara Malinau Jebol, Ini yang Ditakutkan Penumpang
tribun/ink
Kondisi plafon di ruang tunggu Bandara Malinau rusak 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Sempat ditutup sementara beberapa bulan lalu, lantai dua terminal Bandara Kol RA Bessing Malinau ternyata telah dibuka kembali. Padahal, lantai dua yang biasa digunakan sebagai ruang tunggu itu sempat dinyatakan berbahaya untuk pengunjung. Plafon bandara jebol dan bergelantungan ditakutkan dapat menimpa orang di bawahnya.

Bukan hanya dibuka, ada beberapa ruangan disulap menjadi warung makan. Kepala Dinas Perhubungan Malinau Kamran Daik mengungkapkan, setelah menjabat sebagai Kadishub beberapa bulan lalu langsung mengambil kebijakan meminjamkan ruangan tersebut untuk digunakan kios-kios untuk berjualan makanan.

"Saya yang izinkan mereka berjualan di situ. Izin yang saya keluarkan, tanpa didasari pungutan apapun. Jadi, mereka yang berjualan di lantai dua menggunakan ruangan secara geratis. Itu semua inisiatif saya. Sebelumnya mereka berjualan di bawah. Dulukan ada bangunan kayu di situ. Jadi, kita gusur dan kita pindahkan ke lantai dua terminal," jelas Kamran, Rabu (8/11), siang.

Baca: Ayu Kebingungan Didatangi Satpol PP

"Intinya, kita pindahkan pedagang di bawah ke lantai dua terminal bandara agar tidak kelihatan kumuh. Kalau di atas (lantai dua bandara) kan ada ruangan-ruangan kosong. Ya kita berdayakan untuk mereka. Ruangan itu juga, sebenarnya memang diperuntukan untuk para pengunjung bandara. Sambil menunggu, kios itu menyediakan makanan dan minuman untuk pengunjung,ö lanjutnya

Ditanyakan soal membahayakannya lantai dua terminal digunakan, Kamran menjawab telah mengeluarkan surat permohonan bantuan kepada Dishub Kaltara untuk perbaikan. Surat itupun, dikatakan olehnya telah dikirimkan olehnya sejak tiga bulan lalu. Namun, hingga sampai saat ini belum ada jawaban dari Dishub Kaltara.

Baca: Disebut Kandidat yang Layak Diusung sebagai Cagub Kaltim, Ini Tanggapan Makmur

"Terminal itu asetnya Pemprov Kaltara. Kalau dulu punya Kaltim. Soal katanya terminal itu kewenangan Pemkab Malinau itu tidak benar. Soalnya, saya meminta bantuan ke Dishub Kaltara untuk perbaikannya. Tapi, permohonan itu belum ada jawaban. Jadi saya tidak tahu apakah ada perbaikan atau tidak di lantai dua terminal," bebernya.

Pantauan Tribun di lapangan, ada tumpukan kayu-kayu di lantai dua terminal bandara. Dikatakan Kamran, tumpukan kayu itu merupakan sisa runtuhan pelafon lantai dua Bandara Kol RA Bessing yang telah dikumpulkan. Terpaksa kayu-kayu itu dicabut agar tidak membahayakan pengunjung bandara. Sebab, posisinya bergelantungan.

Baca: Emral Abus Sebut Persib Sudah Tampil Maksimal Meski Dikalahkan Borneo FC

"Jelas membahayakan, makanya kita minta bantuan pendanaan dari Dishub Kaltara untuk perbaikannya. Dalam surat yang kami sampaikan kepada Dishub Kaltara, kita meminta dana Rp 1 miliar untuk perawatan terminal itu. Nah, dari Rp 1 miliar, Rp 300 juta nya kita minta untuk perbaikan plafon lantai dua itu," tandas Kamran. (*)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help