TribunKaltim/

Usai Dengar Putusan Hakim, Terdakwa Kasus Sabu Mendadak Emosional

Agus Kobra, melontarkan perkataan yang intinya tak ingin berlama-lama hidup dalam penjara dan masih ingin berubah menjadi lebih baik.

Usai Dengar Putusan Hakim, Terdakwa Kasus Sabu Mendadak Emosional
Tribun Kaltim/Doan Pardede
Agus Cobra bersama sejumlah tahanan lainnya sesaat sebelum meninggalkan PN Tanjung Selor, Jalan Jelarai, Rabu (7/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Rafli Gustiansyah alias Agus Kobra, terdakwa kasus kepemilikan sabu-sabu seberat 50 gram mendadak emosional setelah mendengarkan putusan Mejelis Hakim yang dibacakan dalam Sidang yang  digelar di Pengadilan Negeri Tanjung Selor, Jalan Jelarai, Rabu (7/11/2017).

Oleh Majelis Hakim, pria berusia 42 tahun yang diamankan Polres Bulungan di seputaran Jelarai Selor, Tanjung Selor pada bulan Juni 2017 lalu ini divonis 13 tahun penjara dan denda Rp.1,1 miliar, atau subsider 6 bulan penjara.

Baca: Karangan Bunga Fadli Zon Untuk Pernikahan Kahiyang - Bobby Ditertawakan Relawan Jokowi

Hukuman ini sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan.

Agus Kobra, melontarkan perkataan yang intinya tak ingin berlama-lama hidup dalam penjara dan masih ingin berubah menjadi lebih baik.

"Terdakwa emosional. Sempat menangis tadi. Tapi sudah saya tenangkan," kata Adi Idris, Jaksa Kejari Bulungan.

Baca: Ngakak, Mau Ditilang Polisi, Pengendara Ini Ngaku Masih Perawan, Lihat Videonya

Humas PN Tanjung Selor, Ahmad Syarif yang juga Hakim Ketua dalam sidang tersebut menuturkan, ada beberapa hal yang memberatkan terdakwa.

Pertama, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam hal pemberantasan narkoba. Kedua, narkoba yang didapat dari terdakwa sudah lebih dari 5 gram. Hukuman yang diberikan sesuai dengan Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 tentang Narkotika.

Halaman
12
Penulis: Doan E Pardede
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help