TribunKaltim/

PT MKI Sudah Undang Dua Kali Tapi PT KPB Tidak Hadir

Upaya mediasi itu difasilitasi PT MKI sebagai sub kontraktor PT Multi Harapan Utama (MHU).

PT MKI Sudah Undang Dua Kali Tapi PT KPB Tidak Hadir
TRIBUN KALTIM/BUDHI HARTONO
Ridwan Fikri, Bagian Operasional PT MKI 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim Budhi Hartono

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Bidang Operasional PT Mahaguna Karya Indonesia (MKI) sudah menunjukkan itikad baik mengundang perusahaan batu bara PT Kaltim Putra Borneo, untuk menyelesaikan sengketa jalan hauling yang diportal selama dua hari.

Upaya mediasi itu difasilitasi PT MKI sebagai sub kontraktor PT Multi Harapan Utama (MHU).

Bidang Operasional PT MKI Ridwan Fikri yang hadir dalam rapat dengan Komisi I, Badan Lingkungan Hidup dan Distamben Kaltim mengungkapkan, hasil pertemuan antara PT KPB yang difasilitasi BLH Kaltim meminta untuk membongkar portal tersebut.

"Hasil pertemuan tanggal 31 Oktober, saya agak kaget. Dalam notulennya itu (tertulis), harus ‎membongkar paksa portal. PT KPB menuntut dibuka portal dua hari kemudian," tutur Ridwan menceritakan kepada Tribun, usai mengikuti rapat di lantai 6 Gedung D DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Kamis (9/11/2017).

Baca: Dor! Seorang Dokter Tembak Mati Istrinya di Klinik Jalan Dewi Sartika

Ridwan menjelaskan, pertemuan yang ia hadiri saat itu, bukan pengambil keputusan.

Ia perlu menampung pokok masalahnya dan disampaikan ke manajemen perusahaan MKI dan MHU.

"Mereka menuntut MHU yang undang. Kami dari MKI berinisiatif dengan itikad baik untuk mempercepat penyelesaian soal ini. Mereka, tidak datang dan minta direskedule hari Selasa (7/11/2017) kemarin. Mereka tidak datang juga," bebernya.

Untuk diketahui, penyelesaian jalan tambang (hauling) PT Multi Harapan Utama (MHU) yang dibiayai dan pemeliharaannya ditanggung oleh Mining kontraktor PT Mahaguna Karya Indonesia (MKI) ditutup (portal) untuk pihak lain, termasuk untuk PT Karya Putra Borneo (KBP).

Halaman
12
Penulis: Budhi Hartono
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help