TribunKaltim/

Siap-siap, Pendatang Baru di Ibu Kota Provinsi Akan Disweeping Oleh Dinas Kesehatan

Pencegahan Massal (POPM) kepada seluruh warga berusia 2 tahun - 70 tahun, selama 5 tahun berturut-turut.

Siap-siap, Pendatang Baru di Ibu Kota Provinsi Akan Disweeping Oleh Dinas Kesehatan
Tribun Kaltim/Doan Pardede
Warga baru saja tiba di dermaga Kayan II, Jalan Sabanar Lama, Tanjung Selor, beberapa waktu lalu. Dermaga ini menjadi salah satu pintu masuk ke Kabupaten Bulungan. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Pelaksanaan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) dalam rangka Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga) tahun 2017 di Kabupaten Bulungan terbilang sukses.

Jika persentase cakupan obat berdasarkan jumlah penduduk tahun 2016 lalu sudah mencapai lebih dari 95 persen, maka tahun 2017 ini meningkat hingga mencapai 101 persen.

Target nasional sendiri hanya sekitar 65 persen saja.

Baca: Dedi Mulyadi Curhat Detik-detik Saat Dikhianati Partainya

Untuk diketahui, sejak tahun 2013 lalu, Kabupaten Bulungan bersama dua daerah lainnya di Provinsi Kaltara yakni Kabupaten Malinau dan Tana Tidung, sudah dinyatakan sebagai daerah endemis kaki gajah (filariasis).

Sesuai PMK No.94/2014, daerah yang merupakan endemis filariasis harus melakukan Pemberian Obat

Pencegahan Massal (POPM) kepada seluruh warga berusia 2 tahun - 70 tahun, selama 5 tahun berturut-turut.

Baca: Gegara Terus Usik Novanto di Kasus KTP Elektronik, Dua Pimpinan KPK Kini Jadi Calon Tersangka Polri

Namun karena keterbatasan anggaran, POPM ini baru bisa dilakukan tahun 2016 lalu. POPM ini digelar setiap bulan Oktober atau lebih dikenal dengan Belkaga.

Hingga saat ini, jumlah warga Kabupaten Bulungan yang sudah dinyatakan positif menderita kaki gajah mencapai 17 orang.

Ketua Pelaksana Belkaga Kabupaten Bulungan, drg Imam Sujono ketika dikonfirmasi di Puskesmas Tanjung Selor, Jalan Mangga III, Kamis (9/11/2017) menyampaikan, walau target sudah tercapai, pihaknya masih akan terus menggencarkan pembagian obat kepada warga.

Dan mulai tanggal 1 - 15 November 2017 ini, tim juga akan melakukan penyisiran (sweeping) terhadap pendatang baru yang ada di Kabupaten Bulungan. Hal ini menurutnya perlu dilakukan untuk memastikan bahwa semua yang tinggal di Kabupaten Bulungan sudah meminum obat pencegahan kaki gajah.

Baca: Tak Terima Sumbangan dan Kado di Pernikahan Putrinya, KPK Yakin Jokowi Laporkan Gratifikasi

"Siapa yang kita sweeping, orang-orang yang bukan warga Kabupaten Bulungan, tapi tinggal di sini, akan kita kasih obat juga," ujarnya. (*)

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help