TribunKaltim/

Ditangkap Aparat Malaysia, Uang dan Emas Puluhan Juta Milik TKW Belum Kembali

Hingga kini tak ada kejelasan terhadap harapan keempatnya untuk mendapatkan kembali uang dan emas yang diperkirakan senilai

Ditangkap Aparat Malaysia, Uang dan Emas Puluhan Juta Milik TKW Belum Kembali
Tribun Kaltim/Niko Ruru
Flaviana Tifa (30) , Linda Imani (39), Juliana Peni (23) dan Astin Delima (25) bersama anak-anak mereka. Para tenaga kerja wanita asal Negara Bagian Sabah, Malaysia ini menumpang di rumah kenalan mereka di Nunukan, Jumat (10/11/2017). 

Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN- Nasib empat orang tenaga kerja wanita asal Negara Bagian Sabah, Malaysia terkatung-katung sejak dideportasi dari Tawau melalui Pelabuhan Tunon Taka, Kecamatan Nunukan.

Hingga kini tak ada kejelasan terhadap harapan keempatnya untuk mendapatkan kembali uang dan emas yang diperkirakan senilai RM30.000 atau sekitar Rp90 juta yang diperoleh dari bekerja selama tujuh tahun sebagai buruh perkebunan kelapa sawit di Sandakan.  

Baca: Sederet Kelakuan Buruk dr Helmi, Si Penembak Istri Dibongkar Temannya

Padahal uang tersebut harusnya bisa dibawa pulang Flaviana Tifa (30), Linda Imani (39), Juliana Peni (23) dan Astin Delima (25) ke kampung halamannya di Nusa Tenggara Timur.

Linda menceritakan, awal mula musibah ini menimpa mereka saat hendak pulang kampung ke Nusa Tenggara Timur.

Pada 19 Agustus 2017 lalu, keempatnya bersama 16 warga negara Indonesia lainnya termasuk sejumlah balita menumpang sebuah perahu kayu menuju ke Kabupaten Nunukan.

Namun masih berada di Perairan Malaysia, perahu dan penumpangnya yang tidak dilengkapi dokumen keimigrasian yang sah, ditangkap aparat setempat.

Baca: Menpora Kirim Surat ke PSSI Soal Liga 1 dan Liga 2, Isinya Singgung Degradasi

"Maritim tangkap kami. Diinapkan dua hari di Pos Maritim baru diserahkan ke Imigresen. Setelah itu semua uang kami juga emas mereka ambil. Bilangnya mau dikasih balik saat kita mau pulang,” ujarnya, Jumat (10/11/2017).

Halaman
12
Penulis: Niko Ruru
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help