Hari Pahlawan

Inilah 4 Fakta Sosok Fotografer di Balik Foto-foto Bersejarah Pertempuran 10 November 1945

Pertempuran dahsyat 10 November 1945 di Surabaya, menyimpan cerita kelam sekaligus membanggakan.

Inilah 4 Fakta Sosok Fotografer di Balik Foto-foto Bersejarah Pertempuran 10 November 1945
ist/net
Foto Perlawanan 10 November 

TRIBUNKALTIM.CO -- Pertempuran dahsyat 10 November 1945 di Surabaya, menyimpan cerita kelam sekaligus membanggakan, dalam sejarah mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Banyak versi mengenai jumlah korbannya, tetapi ribuan orang dipastikan tewas dalam perang yang berlangsung lebih kurang satu bulan itu.

Itu bermula dari kedatangan tentara Sekutu yang tergabung dalam Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI) ke Surabaya, untuk melucuti senjata tentara Jepang.

Mereka kemudian bermarkas di Hotel Yamato di Jalan Tunjungan Surabaya, yang kini berubah nama menjadi Hotel Majapahit.

Tanpa seizin arek-arek Surabaya, AFNEI justru mengibarkan bendera Belanda yang berwarna merah, putih, dan biru pada 18 September 1945.

Itu menyulut kemarahan pemuda sehingga mereka berkumpul untuk menurunkannya.

Perundingan yang dilakukan pemuda dengan tentara Belanda tak membuahkan hasil.

Bahkan seorang Belanda bernama Ploegman tewas dicekik oleh pemuda bernama Sidik.

Sidik kemudian tewas akibat diberondong peluru.

Mendengar suara tembakan, pemuda lainnya langsung ke luar dari hotel.

Halaman
1234
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved