TribunKaltim/
Home »

Bisnis

» Makro

Penjualan Makin Tergerus, Inikah Awal Runtuhnya Kedigdayaan Ritel Amerika Serikat?

Kondisi tercekiknya industri ritel menjadi topik global saat ini. Sejumlah peritel telah menyatakan lempar handuk dari persaingan bisnis.

Penjualan Makin Tergerus, Inikah Awal Runtuhnya Kedigdayaan Ritel Amerika Serikat?
tribunkaltim.co/amanda liony
Ilustrasi - Suasana di atrium Plaza Balikpapan 

TRIBUNKALTIM.CO -- Kondisi tercekiknya industri ritel menjadi topik global saat ini.

Sejumlah peritel telah menyatakan lempar handuk dari persaingan bisnis.

Penjualan tergerus hingga perubahan gaya hidup digital meyakinkan mereka untuk segera keluar gelanggang.

Baca: Generasi Milenial Malas Belanja di Mal, Inikah Penyebab Ritel Berguguran?

Terguncangnya ritel juga telah terasa hingga negeri Paman Sam, Amerika Serikat.

Negara pimpinan Donald Trump itu mulai merasakan “keringnya” lahan ritel, yang pada eranya sedemikian digdaya.

Sebagai bukti sederhana, hingga awal kuartal ketiga 2017, terdapat 3.000 toko ritel baru di Amerika Serikat.

Namun, jumlah itu masih lebih kecil bila dibandingkan jumlah toko yang tutup yakni 6.800 gerai.

Sebagaimana diwartakan Bloomberg, Rabu (8/11/2017), selisih jumlah toko yang buka dan tutup tersebut agak mengherankan jika berkaca pada tingkat kepercayaan konsumen yang tinggi, rendahnya tingkat pengangguran, dan geliat perkembangan ekonomi Amerika Serikat saat ini.

Ilustrasi.
Ilustrasi.(www.shutterstock.com)

Formula-formula di atas semestinya menjadi “racikan pas” untuk menciptakan dahsyatnya daya ledak ritel.

Halaman
1234
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help