TribunKaltim/

Bukan Hanya Kesalahan Pengendara, Kecelakaan di Samarinda Juga Terjadi Karena Hal Ini

kepolisian telah sering mengingatkan pengendara untuk selalu konsentrasi, serta memeriksakan kondisi kendaraanya

Bukan Hanya Kesalahan Pengendara, Kecelakaan di Samarinda Juga Terjadi Karena Hal Ini
Tribun Kaltim/M Fachri Ramadhani
Ilustrasi 

Laporan wartawan TribunKaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kecelakaan lalu lintas masih kerap terjadi di jalan protokol Samarinda, tak sedikit akibat kecelakaan tersebut mengakibatkan tewasnya korban jiwa.

Kendati kepolisian telah sering mengingatkan pengendara untuk selalu konsentrasi, serta memeriksakan kondisi kendaraanya, namun kecelakaan tak dapat dihindari.

Baca: Situs Pribadi Setya Novanto Diretas Hacker, Tampilannya Jadi Aneh

"Penyebab kecelakaan ini beragam, namun upaya kepolisian untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan sudah dilakukan, mulai memasang spanduk himbauan di sejumlah titik rawan, hingga sosialisasi langsung ke masyarakat, termasuk ke sekolah sekolah," ucap Kanit Laka Satlantas Polresta Samarinda, Ipda Heru Utomo, Senin (13/11/2017).

Lanjut dia menjelaskan, penyebab dari terjadinya kecelakaan sendiri di dominasi karena human erorr, namun tak sedikit juga didasari karena faktor lainya, seperti kondisi jalan, lampu penerangan, hingga tak adanya marka jalan pembatas.

Selain itu, kecelakaan juga kerap terjadi di kawasan pinggiran kota, seperti di Tanah Merah, Samarinda Seberang, jalur menuju Tenggarong (Kukar), hingga jalur menuju Anggana (Kukar).

Baca: Parah! Pembeli Ini Lempar Sebungkus Air Sup Panas ke Penjual Gara-gara Tak Puas dengan Porsinya

"Terjadinya di daerah pinggiran kota, penyebabnya memang banyak faktor, namun kecelakaan bisa dihindari kalau pengendara taat aturan," tegasnya.

Dia pun berharap kepada seluruh pihak, instansi terkait agar memperhatikan kondisi jalur perlintasan kendaraan, seperti menerangi garis pembatas jalan, lampu penerangan, hingga memperbaiki jalan yang rusak.

Bahkan, dari pantauan pihaknya, terdapat lebih 10 titik garis jalan yang sudah pudar, bahkan tidak bergaris, lalu lebih dari 5 titik persimpangan yang tidak ada traficc light, maupun yang sudah rusak.

Baca: Kaum Hawa Makin Terpotek, Kenalkan Ini Pacar Daniel Darryan, Si Paspampres Ganteng Itu

"Kita sudah bersurat ke instansi terkait yang menangani soal jalan dan rambu, kita tunggu saja tindaklanjutnya," ucapnya.

"Intinya, saat berkendara itu harus konsentrasi, dan taat peraturan, kalau belum waktunya untuk berkendara, ya jangan dulu. Kecelakaan itu terjadi karena tak taat aturan saja," tegasnya. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help