TribunKaltim/

Motivasi Cinta Buat Para Jomblo, Kalau Sudah Jodoh Pasti Ada Jalan, Seperti Kisah Menyentuh Ini

Ia melihat anak laki-laki itu dan bertanya apakah ia bisa berbicara bahasa Polandia, dan anak laki-laki itu menjawab ya.

Motivasi Cinta Buat Para Jomblo, Kalau Sudah Jodoh Pasti Ada Jalan, Seperti Kisah Menyentuh Ini
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO - Pada 1945, ada seorang anak laki-laki berusia 14 tahun di sebuah kamp konsentrasi. Badannya tinggi, kurus, tapi ia memiliki senyum yang menawan.

Setiap hari, seorang gadis muda lewat di sisi lain pagar. Ia melihat anak laki-laki itu dan bertanya apakah ia bisa berbicara bahasa Polandia, dan anak laki-laki itu menjawab ya.

Anak gadis itu berkata bahwa anak laki-laki itu terlihat lapar, dan anak laki-laki itu menjawab ya begitulah. Gadis muda itu meraih sakunya dan memberinya apelnya.

Anak laki-laki itu mengucapkan terima kasih dan gadis muda itu melanjutkan perjalanannya. Keesokan harinya, gadis muda itu datang lagi, membawa apel lain yang ia berikan pada anak laki-laki itu.

Baca: 6 Kota di Dunia Ini Sulap Jalan Raya Jadi Taman? Hasilnya Kemacetan Berkurang, Bisa Ditiru Nih!

Setiap hari, gadis muda itu berjalan melewati luar pagar, berharap bisa bertemu dengan anak laki-laki itu, dan saat ia melakukannya, ia dengan senang hati memberikan sebuah apel untuk ditukar dengan percakapan mereka.

Suatu hari, anak laki-laki itu menyuruh agar gadis itu tidak datang lagi. Ia mengatakan bahwa ia akan dikirim ke kamp konsentrasi lain. 

Saat gadis itu berjalan pergi dengan air mata mengalir di wajahnya, ia bertanya-tanya apakah ia akan bisa melihatnya lagi. Ia adalah satu-satunya jiwa yang dilihatnya di dalam pagar itu.

Anak laki-laki itu berhasil keluar dari kamp konsentrasi, dan berimigrasi ke Amerika. Pada 1957, teman-temannya menjebaknya pada kencan buta.

Pemuda itu tidak tahu siapa wanita itu. Ia menjemputnya, dan pada saat makan malam mereka mulai berbicara tentang Polandia dan kamp konsentrasi. Wanita itu  bilang bahwa ia berada di Polandia saat itu.

Halaman
12
Editor: Alfiah Noor Ramadhany
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help