TribunKaltim/

Tuntut Ganti Rugi Rumah yang Hancur Akibat Longsor, Warga Samarinda Blokade Jalan

Longsor ini dianggap karena faktor alam, padahal banyak pihak yang mengatakan karena aktivitas PDAM, mulai dari geteran mesin, lalu airnya

Tuntut Ganti Rugi Rumah yang Hancur Akibat Longsor, Warga Samarinda Blokade Jalan
Tribun Kaltim/Christoper Desmawangga
Warga blokade akses masuk menuju Intek PDAM Selili, Senin (13/11/2017). 

Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Warga Selili korban longsor kembali turun ke jalan. Warga menuntut PDAM untuk mengganti kerugian rumah mereka, yang hancur akibat longsor.

Terdapat belasan warga dari RT 15, RT 16 dan RT 17 yang menutup akses jalan menuju intek PDAM Selili, jalan Lumba lumba, Samarinda Ilir.

Baca: Beralasan Belum Ada Izin dari Presiden, Setya Novanto Tak Penuhi Panggilan KPK

"Terdapat sekitar 16 rumah yang rusak berat akibat longsor, yang disebabkan oleh aktivitas PDAM, itu kejadianya sudah sejak akhir tahun lalu, hingga awal tahun ini. Hingga saat kami belum juga mendapatkan kejelasan," ucap Ahmad Nurcholis, Kordinator Lapangan, sekaligus ketua RT 17, Senin (13/11/2017).

Lanjut dia menjelaskan, pihaknya tetap akan bertahan di jalanan tersebut, hingga tuntutan mereka dikabulkan, tentang ganti rugi rumah yang rusak.

"Sampai tuntutan kami dikabulkan, karena itu hak kami, dan kami sudah lelah menunggu," tegasnya.

Baca: Dahulu Serasi di Atas Panggung, Kini Kiki Farrel Tak Berani Ketemu Ibunya

Kendati Pemkot sudah pernah memberikan bantuan sewa rumah selama 3 bulan, namun hal itu tidak membuat warga tenang, pasalnya rumah yang telah ditempati bertahun tahun, warisan turun temurun dari orangtua mereka, tidak mendapatkan kejelasan penggantian.

"Longsor ini dianggap karena faktor alam, padahal banyak pihak yang mengatakan karena aktivitas PDAM, mulai dari geteran mesin, lalu airnya, yang mengakibatkan tanah labil dan berdampak ke rumah kami," tuturnya.

"Pernah kejadian, saat itu siang hari dan cuaca sedang panas, namun air meluncur dari atas," tambahnya.

Baca: Fotonya Bareng Umi Pipik Beredar, Sunu Eks Mattta Langsung Posting Ini di Instagramnya

Bahkan, sebelum kejadian longsor memperparah rumah warga, pihaknya telah mengajukan relokasi, yang dimulai sejak 2015, namun tidak mendapatkan respon tanggapan dari pihak terkait.

"Kalau memang ini kawasan hijau, kenapa PDAM bisa mendirikan bangunan, dan kami disini punya surat segel tanah dan bangunan," ucapnya. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help