TribunKaltim/

Cerita Sulitnya Cari Lahan Pertanian di Kaltimtara, Padahal Luas Wilayah 1,5 Kali Pulau Jawa Madura

Kepala Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Kaltim, Ibrahim mengatakan lahan pertanian masih kurang.

Cerita Sulitnya Cari Lahan Pertanian di Kaltimtara, Padahal Luas Wilayah 1,5 Kali Pulau Jawa Madura
Sejumlah anggota Komite II DPD RI dipimpin Wakil Ketua Komite II Aji Muhammad Mirza Wardhana melakukan kunjungan kerja ke Bulog Kaltimtara di Balikpapan, Senin (20/11/2017) - HO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN-Dalam pemenuhan kebutuhan pangan di Indonesia, masih ada hal yang perlu ditindak lanjuti dengan serius yaitu aspek penyediaan pangan, kedaulatan pangan, kemandirian pangan, ketahanan pangan dan keamanan pangan.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Komite II DPDRI Aji Muhamad Mirza Wardana saat kunjungan kerja dalam rangka pengawasan UU no 18 tahun 2012 tentang pangan, di Gedung Grand Sudirmann Balikpapan pada Senin (20/11/2017).

Dirinya juga menambahkan permasalahan penyediaan pangan salah satunya disebabkan oleh perubahan cuaca dan iklim.

"Perubahan cuaca dan iklim makin masif di Indonesia, cenderung menyebabkan sulitnya membuat rencana pemenuhan kebutuhan pangan nasional yang akurat," ujarnya melalui siaran pers Komite II DPD RI yang diterima TribunKaltim, Senin.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam penyediaan pangan menurut Aji adalah memperketat kualitas bahan pangannya.

"Masih ada juga isu soal kandungan penyakit kuku dalam daging impor dan beberapa produk makanan yang beredar di indonesia mengandung bahan pengawet, hal ini tentu harus diwaspadai dan sikapi dengan bijak," jelasnya.

Aji juga menghimbau agar Indonesia memiliki lahan gandum yang baik. Karena menurutnya adalah keniscayaan jika lahan gandum harus ada dan dikelola dengan baik, mengingat salah satu makanan di Indonesia adalah roti dan mi instan, namun Indonesia masih mengimpor gandum dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan industri makanan di Indonesia.

Dikesempatan yang sama Kepala BULOG Divre Kalimantan Timur dan Utara, Muhamad Anwar, mengatakan bahwa Bulog membutuhkan ruang penyimpanan baru.

"Untuk kantor logistik kami hanya cukup menampung 4000 ton, jadi kalo mau menampung hasil tani dari kaltara dibutuhkan gudang tambahan," ucapnya

Menurut Anwar sesuai dengan Pterpres no 48, maka BULOG tidak hanya fokus kepada hasil tani padi saja tapi juga jagung dan kedelai.

Halaman
123
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help