TribunKaltim/

Darurat Narkoba

Warga Masih Lebih Senang Menangkap Pengguna dan Pengedar Narkoba

Salah satu menekan permintaan adalah dengan merehabilitasi para pengguna narkotika dan obat terlarang.

Warga Masih Lebih Senang Menangkap Pengguna dan Pengedar Narkoba
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO
Kantor Pusat Rehabilitasi Narkoba Samarinda berdiri megah siap menampung dan merehabilitasi para pecandu obat-obatan terlarang (narkoba). 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Program pemberantasan penyalahgunaan narkoba sampai saat ini masih terfokus pada penindakan dengan menangkap mereka yang kedapatan memiliki narkoba. Sementara saling awas di lingkungan dengan membawa mereka yang pengguna ke tempat rehabilitasi, masih minim.

Padahal, untuk pemberantasan, tak hanya pengedarnya saja yang harus ditindak, tapi permintaan dari konsumen juga harus ditekan. Salah satu menekan permintaan adalah dengan merehabilitasi para pengguna narkotika dan obat terlarang.

Menyikapi hal tersebut, BNN Provinsi Kaltim menggelar sosialisasi program rehabilitasi dan pasca rehabilitasi pada beberapa petugas Puskesmas yang sudah memiliki layanan Intitusi Penerima Wajib Lapor (IPWL), pada dokter, aparat dari TNI/Polri serta organisasi penggiat anti narkoba di Sangatta.

Mereka mendapat pemahaman tentang program nasional untuk merehabilitasi 100.000 pengguna. IPWL, menurut Kabid Rehabilitasi BNN Kaltim, Iwan Setyawan merupakan pintu gerbang untuk pencapaian tersebut. Dimana dari angka penyalahgunaan nasional, Kaltim menduduki peringkat ketiga setelah DKI Jakarta dan Sumatera Utara.

“Permasalahan kita saat ini untuk mengajak pengguna melakukan rehabilitasi, masyarakat sekitar lebih suka memberantas atau melakukan penangkapan dan memenjarakan siapa saja yang berkaitan dengan narkoba.

Padahal itu bukan solusi. Kita lihat saat ini, 75 persen isi rutan maupun lapas adalah tersangka kasus narkoba. Keluar dari penjara, mereka buka saluran baru dan lebih mahir lagi memperdagangkan barang haram,” beber Iwan.

Saat ini, Kabupaten Kutim telah memiliki delapan IPWL, yakni RSU Kudungga, Puskesmas Teluk Lingga, Puskesmas Kongbeng, Puskesmas Muara Wahau, Puskesmas Kaliorang, Puskesmas Sepaso di Kecamatan Bengalon dan Puskesmas Sangkulirang. Diharapkan, para petugas IPWL lebih jeli dalam melihat pasien maupun warga sekitar yang diduga menjadi korban penyalahgunaan narkoba.

“Kita bisa mengenali secara fisik, perilaku serta emosi. Ajak masyarakat membawa mereka yang menjadi pecandu ke IPWL untuk rehabilitasi. Dengan harapan, bisa meningkatkan kontrol emosi menjadi lebih baik, hidup lebih sehat dan produktif serta pulih dari penyalahgunaan dan ketergantungan narkotika,” ujar Iwan.

Saat ini, BNK Kutim telah mengirim empat warga mengikuti rehabilitasi di Samarinda. Sementara di tingkat IPWL, juga ada beberapa warga yang menjalani rehabilitasi rawat jalan.

"Dari Kutim ada empat pengguna yang kita kirim ke Samarinda untuk menjalani rehabilitasi. Sebagian ada yang menjalani di IPWL. Karena tingkat kecanduannya tidak terlalu parah atau baru coba-coba," kata Ketua Harian BNK Kutim, Sarwono. (*)




Penulis: Margaret Sarita
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help