Penerbangan MAF Stop, Warga Pedalaman Sebut Silaturahmi Keluarga Bisa Terputus

Beitu besar dampak dihentikannya operasional penerbangan maskapai Mission Aviation Fellowship (MAF) di Malinau.

Penerbangan MAF Stop, Warga Pedalaman Sebut Silaturahmi Keluarga Bisa Terputus
tribunkaltim.co/muhammad arfan
Pesawat berbadan kecil milik MAF terlihat di bandara Tanjung Harapan, Tanjung Selor (Bulungan-Kaltara) beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Beitu besar dampak dihentikannya operasional penerbangan maskapai Mission Aviation Fellowship (MAF) di Malinau. Persoalan silaturahmi pun terputus karena pesawat MAF tidak terbang.

Terlebih, menjelang Natal seperti saat ini. Banyak warga perbatasan dan pedalaman mengharapkan, penerbangan perintis (MAF) kembali diaktifkan.

Tokoh Masyarakat Kayan Hilir, Sugeng Daryanto kepada Tribun mengungkapkan, hanya MAF yang dapat merekatkan tali silaturahmi masyarakat Apo Kayan. Hanya dengan membayar Rp 3 juta pesawat MAF bisa mengantarkan satu keluarga berkunjung ke keluarga di desa tetangga.

Baca: Terungkap, Ternyata Begini Sosok Bondan Winarno di Balik Layar Kaca

Berbeda dengan Susi Air, menurut Sugeng tidak akan mau menerima biaya semurah itu untuk terbang.

"Sejak 70-an, atau bahkan 60-an masyarakat di perbatasan dan pedalaman Apo Kayan menggunakan pesawat MAF. Bukan hanya untuk mengantar orang sakit dan membawa kebutuhan pokok dari pusat. Masyarakat juga kerap menggunakan pesawat ini untuk silaturahmi. Kalau operasional pesawat MAF dihentikan, sama saja memutus silaturahmi," ujarnya.

Kalau maskapai Susi Air lanjut Sugeng, persoalan dekatnya jarak terbang tidak membuat maskapai ini menurunkan tarif terbangnya. Sekali terbang, masyarakat harus membayar Rp 47 juta. Tentulah, dengan harga mahal seperti ini masyarakat tidak dapat menjangkaunya.

Baca: Nah Lho! Belum Genap Setahun, 80 Pengidap Gangguan Jiwa Keliaran di Balikpapan, Ini Faktanya. . .

Meskipun, masyarakat iuran pun membayar penerbangan tidak akan sanggup. "Bukan hanya itu, kalau MAF terkadang menggratiskan barang titipan berupa barang kebutuhan pokok seberat 5 Kg yang dikirimkan keluarga kepada sanak keluarga lainnya, selama tujuan penerbangan MAF sama. Kalau Susi Air manalah bisa seperti itu. Setiap kilo dihargai Rp 42.500," tuturnya.

Begitu besarnya peran MAF di daerah perbatasan dan pedalaman, telah menjadikan masyarakat sangat bergantung akan peran maskapai ini. Wajar saja, masyarakat perbatasan dan pedalaman sangat resah apabila operasional MAF dihentikan. Apalagi, melihat sulitnya ekonomi masyarakat saat ini.

Baca: JPU Tuntut Abun 10 Tahun Plus Denda, Elly Dituntut 6 Tahun

Menjelang Natal, kebutuhan masyarakat untuk bepergian sangat tinggi. Hanya MAF yang bisa memberikan jawaban soal itu. Kepercayaan kepada maskapai semakin besar, karena safety flight sangat dijaga oleh para pilot MAF.

Ada kekurangan sedikit pada pesawat saat akan terbang maka penerbangan bisa saja tiba-tiba dihentikan. (*)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help