TribunKaltim/

Agar Nilai Jual Bertambah, Petani Diminta Tak Jual Pisang Pakai Bungkus Plastik

"Jadi bisa mengangkat nilai jual, bisa menyeleksi, dibuat jadi kecil, sehingga cocok dengan konsumen," katanya.

Agar Nilai Jual Bertambah, Petani Diminta Tak Jual Pisang Pakai Bungkus Plastik
TRIBUN KALTIM / DOAN E PARDEDE
Wawali Nusyirwan mengamati salah satu kemasan produk hasil karya rumah kemasan yang ada di Jalan AW Syahranie, Samarinda, Senin (4/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dalam waktu dekat, dua rumah kemasan yang ada di Kota Samarinda akan mulai dioperasikan. 

Satu rumah kemasan berada di kawasan Rumah Potong Hewan (RPH) di jalan poros Samarinda-Bontang, Kelurahan Tanah Merah, dan satunya lagi ada di Jalan AW Syahranie Samarinda.

Wakil Walikota (Wawali) Samarinda, Nusyirwan Ismail ketika meninjau langsung ke rumah kemasan di Tanah Merah, Senin (4/12/2017) mengatakan, rumah kemasan yang berada di kawasan RPH ini nantinya akan melayani pembuatan kemasan untuk hasil-hasil pertanian dan peternakan. 

Dan jika memungkinkan, juga bisa melayani pengemasan hasil-hasil olahan perikanan dan industri rumah tangga. 

"Jadi bisa nanti (misalnya) pisang, dibelah beberapa butir, dikemas dalam plastik, bisa dipasarkan di minimarket-minimarket modern," kata Nusyirwan.

Tapi tentunya, kata dia, agar hasilnya maksimal, warga terutama petani harus terlebih dahulu menyeleksi produk-produk terbaiknya, yang dirasa layak untuk dikemas dan dijual di pusat-pusat perbelanjaan modern.

"Jadi bisa mengangkat nilai jual, bisa menyeleksi, dibuat jadi kecil, sehingga cocok dengan konsumen," katanya.

Baca juga:

Ketakutan Dengar OTT KPK, Pejabat Kemenhub Ini Lalu Buang Kartu ATM ke Sungai

Halaman
123
Penulis: Doan E Pardede
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help