TribunKaltim/

Sebelum Dieksekusi, Wakil Ketua DPRD Kaltim Sempat Telepon Kajati

Dody yang menjabat Wakil Ketua DPRD Kaltim (non aktif), didampingi sekitar 50 orang pendukungnya/konstituennya ke kantor Kejari Bontang

Sebelum Dieksekusi, Wakil Ketua DPRD Kaltim Sempat Telepon Kajati
Tribun Kaltim/Udin Dohang
Doddy Rondonuwu menjelaskan perkara korupsi uang menjerat fotonya kepada ratusan Kadir PDIP di halaman kejaksaan Bontang 

TRIBUNKALTIM.CO - Terpidana korupsi dana operasional Sekretariat DPRD Kota Bontang 200e-2004, Dody Rondonuwu akhirnya menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri Bontang, Senin (4/12/2017) siang. Sebelum dieksekusi, Dody sempat berkomunikasi langsung dengan Kepala Kejati Kaltim, Fadil Zumhana via ponsel.

Sebelum menyerahkan diri, Dody yang menjabat Wakil Ketua DPRD Kaltim (non aktif), didampingi sekitar 50 orang pendukungnya/konstituennya ke kantor Kejari Bontang.

Baca: Tak Cuma Manusia, Burung Merpati Ini Juga Tertangkap Kamera Naik Kereta

Setelah diantar ke Kantor Kejari Bontang, ia ditemani pensihat hukumnya Solihin untuk menandatangani berkas eksekusi menjalani masa penahanan selama 2 tahun.

"Sudah tandatangan berkasnya. Sudah diantar (ke Rutan). Tadi dia sempat menjelaskan soal penundaan karena kesehatan. Tapi saya jelaskan posisinya dan dasar penundaan terkait kesehatan beliau," ungkap Agus‎ Kurniawan, Pelaksana Tugas Kajari Bontang, kepada Tribun, Senin (4/12/2017).

Menurut dia, jika ada penundaan alasan kesehatan, maka harus dilengkapi rekam medis atau medical chek up dari dokter. "Suratnya kan kita tidak terima (medical chek up). Tapi sudah saya jelaskan kewenangan kami. Dan pak Dody mengerti," ujar Agus.

Baca: Ketakutan Dengar OTT KPK, Pejabat Kemenhub Ini Lalu Buang ATM ke Sungai

Setelah menandatangani berita acara penahanan, Agus mengatakan, ia melaporkan kegiatan eksekusi atas perintah Mahkamah Agung, kepada Wakil Kajati Kaltim M Yusuf dan Kajati Kaltim Fadil Zumhana.

"Pak Kajati sempat komunikasi, dia bilang terima kasih sudah kooperatif," tutur Agus. "Pak Dody bilang, ia saya kooperatif dan taat hukum," lanjutnya.

‎Setelah komunikasi, Dody yang mengenakan kemeja lengan panjang bermotof garis hitam dilengkapi kopiah, didampingi beberapa pria yang mengenakan kemeja PDI-P mengacungkan jempol.

Untuk diketahui, Dody‎ dijatuhi hukuman dua tahun untuk perkara korupsi dana asuransi untuk 25 orang anggota DPRD Kota Bontang periode 2000-2004 serta walikota dan wakil walikota Bontang yang menggunakan pos Sekretariat Daerah tahun anggaran 2002,2003 dan 2004.

Baca: Mengenal Maasai, Suku Pedalaman yang Dikenal Peminum Darah Segar

Dasar surat perintah penangkapan terpidana Dody Rondonuwu, setelah Kejari Bontang menerima salinan putusan MA bernomor : 739 K/PID.SUS/2017 tanggal 10 Oktober 2017.

Putusan perkara Dody Rondonuwu ditingkat kasasi dipimpin Ketua Majelis Hakim Salman Luthan didampingi Syamsul Rakan Chaniago dan MS Lumme, memerintahkan terdakwa Dody Rondonuwu ditahan dalam rumah tahanan negara.‎(*)

Penulis: Budhi Hartono
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help