Calon Panglima TNI

Hanya Dalam Waktu 3 Tahun, Karier Marsekal Hadi Melejit, Netizen Heran, Karena Dekat dengan Jokowi?

KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto, calon tunggal yang diajukan Presiden Jokowi sebagai pengganti Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI.

Hanya Dalam Waktu 3 Tahun, Karier Marsekal Hadi Melejit, Netizen Heran, Karena Dekat dengan Jokowi?
Warta Kota/Henry Lopulalan-Tribunnews
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (kanan) memberi selamat kepada Marsekal Madya (Marsdya) Hadi Tjahjanto (kiri) usai dilantik Presiden menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (18/1/2017). Inzet: Presiden Joko Widodo 

Pada tahun 2013-2015, ia diberi tugas sebagai Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara.

Kemudian pada tahun 2015, Hadi kembali ke Lanud Abdurachman Saleh, Malang, sebagai Komandan Lanud.

Pada tahun yang sama, ia sempat menjabat Sekretaris Militer Presiden hingga 2016.

Baca: Apa Kabar First Travel? Lama tak Terdengar, Begini Fakta Anniesa Hasibuan 4 Bulan di Penjara

Baca: Terciduk! Ulah Senonoh Penumpang di Bus, Gerayangi Tubuh Mahasiswi dari Belakang

Baca: Dua Tahun Antre Rumah Jokowi, Uang Tanda Jadi Lunas Ternyata Rumah tak Kunjung Dibangun

Sebelum diangkat sebagai KSAU, Hadi sempat menjabat Irjen Kementerian Pertahanan RI hingga 2017.

Marsekal Hadi Tjahjanto dipilih menjadi Panglima TNI oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) lantaran ia dinilai mampu dan cakap dalam memimpin institusi TNI.

"Marsekal Hadi dianggap mampu dan cakap, serta memenuhi syarat menjadi Panglima TNI sesuai dengan UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI," ujar Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi Saptopribowo melalui pesan singkat, Senin (4/12/2017).

Selebihnya, lanjut Johan, hanyalah alasan bersifat normatif.

Presiden mengganti Panglima TNI lantaran Gatot akan memasuki masa pensiun pada tanggal 1 April 2018. Adapun, sejak November 2017 lalu, Gatot sudah memasuki Masa Persiapan Pensiun (MPP).

Baca: Dikawal Ratusan Pendukung, Doddy Datangi Kejari dan Langsung Ditahan

Baca: Misteri Pembunuh Warsinah Terungkap, Ternyata Pelaku Suaminya Sendiri

Baca: Jalan 300 Meter Rusak Berlumpur, Penanganan Jalan Sebelimbingan Belum Permanen

Presiden Jokowi pun sudah mengirimkan surat usulan tersebut ke DPR RI.

Surat pengajuan tersebut diserahkan Menteri Sekretaris Negara Pratikno kepada Wakil Ketua DPR Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Fadli Zon, Senin (4/12/2017) pagi.

"Surat tadi saya terima dan juga diserahkan langsung kepada Plt Sekjen DPR Ibu Damayanti untuk kami proses," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin.

Fadli menambahkan, dalam surat tersebut sekaligus disampaikan bahwa Gatot akan diberhentikan dengan hormat.

Selanjutnya, surat akan dibahas dalam rapat pimpinan DPR yang menurut rencana digelar Senin siang.

Sesuai mekanisme, surat akan terlebih dahulu dibahas dalam rapat Badan Musyawarah (Bamus) untuk mengagendakan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) oleh komisi terkait, yakni Komisi I. (*)
 

Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help