Jalan Tol Balikpapan-Samarinda akan Dilengkapi 16 Pintu Tol, Ini Lokasinya

Tol Balikpapan-Samarinda akan dilengkapi 4 pintu masuk, yakni dua pintu masuk utama nantinya ada beberapa pintu tol yang disiapkan.

Jalan Tol Balikpapan-Samarinda akan Dilengkapi 16 Pintu Tol, Ini Lokasinya
TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN
Proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Berbagai fasilitas siap dibangun di sepanjang jalan tol Balikpapan-Samarinda. Heru Subagio, Pimpinan Proyek Jasa Marga menjelaskan, tol Balikpapan-Samarinda akan dilengkapi 4 pintu masuk, yakni dua pintu masuk utama nantinya ada beberapa pintu tol yang disiapkan.

"Pintu masuk ada 4. Di setiap pintu masuk ada 8 pintu tol, yakni 8 pintu tol masuk jalur kanan, dan 8 pintu masuk jalur kiri. Ini karena kan tolnya dua jalur. Jalur masuk dan keluar. Total pintu di jalur utama, Balikpapan dan Samarinda itu ada 16 pintu tol," katanya.

Baca: Wow, Luas Markas Baru Microsoft Bakal Setara 180 Lapangan Bola

Sementara untuk dua pintu masuk lainnya, di Km 13 dan Muara Jawa, dilengkapi 4 pintu tol di tiap pintu masuknya.

"Kalau yang dua lainnya, paling 4 kanan dan 4 kiri. Pintu tol ini nanti ikuti perkembangan lalu lintas. Jika ramai, nanti akan ditambah. Desain awalnya masih seperti itu. Bisa saja nanti ditambah," katanya.

Untuk rest area, akan ditempatkan di Km 26 Tol. "Satu saja, di KM 26 Tol. Lebarnya kira-kira 8 Ha di sisi kiri dan 8 Ha di sisi kanan," ujarnya.

Baca: VIDEO - Begini Kondisi Sebagian Ruas Tol Samarinda-Balikpapan Saat di Kunjungi Gubernur

Selain itu, untuk untuk jalan-jalan yang sudah ada, kemudian terlintasi jalur tol, maka akan diganti dan dihubungkan dengan overpass. Totalnya ada 35 titik overpass yang disiapkan.

"Overpass ini untuk jalan yang ada. Jika tol melewati jalan yang ada, kan tak mungkin tol diberi lampu merah. Jadi, jalan yang ada dipindah ke atas. Tergantung tolnya. Jika tinggi tolnya, jalan penghubung akan dibuat dibawah.

Tetapi jika tolnya berada di bawah, jalan penghubung ini akan dibuat di atas. Bisa berupa jembatan, atau mengikuti standar jalan yang sudah ada. Kalau jalan nasional, ya overpassnya besar. Jika jalan Kabupaten, maka sesuai kondisi jalan yang ada," katanya. (*)

Penulis: Anjas Pratama
Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help