TribunKaltim/

Polemik Yerusalem

Indonesia Ingatkan AS, Ini Ancamannya Jika Yerusalem Diakui Menjadi Ibukota Israel

Menlu Retno menegaskan posisi Indonesia terhadap rencana Presiden AS Donald Trump yang mengakui Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel

Indonesia Ingatkan AS, Ini Ancamannya Jika Yerusalem Diakui Menjadi Ibukota Israel
Benera Israel berkibar di depan Masjid Dome of the Rock di Yerusalem. Israel menetapkan bahwa Yerusalem adalah ibu kota abadi yang tak dapat ditawar lagi. Tapi Palestina justru menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara mereka di masa depan - AFP 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah memanggil Duta Besar Amerika Serikat Joseph R Donovan di Jakarta, Senin (4/12/2017) lalu.

Dalam pertemuan itu, Menlu Retno menegaskan posisi Indonesia terhadap rencana kebijakan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

"Saya sudah sampaikan, Indonesia concern atas pemberitaan itu dan kami menyampaikan, apabila hal itu terjadi, maka dapat membahayakan proses perdamaian antara Palestina dan Israel," ujar Retno saat dijumpai di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (5/12/2017).

Warga Palestina menjalani ibadah Shalat Jumat di luar pintu masuk menuju kawasan Kota Tua Yerusalem di depan Masjid Al-Aqsa, Jumat (21/7/2017). Israel melarang pria Palestina yang berusia di bawah 50 tahun untuk masuk ke kawasan Kota Tua dan menjalani Shalat Jumat, menyusul insiden penembakan dua polisi Israel.(AFP PHOTO / GALI TIBBON)
Warga Palestina menjalani ibadah Shalat Jumat di luar pintu masuk menuju kawasan Kota Tua Yerusalem di depan Masjid Al-Aqsa, Jumat (21/7/2017). Israel melarang pria Palestina yang berusia di bawah 50 tahun untuk masuk ke kawasan Kota Tua dan menjalani Shalat Jumat, menyusul insiden penembakan dua polisi Israel. - AFP PHOTO / GALI TIBBON

Retno juga menyampaikan bahwa rencana kebijakan Trump tersebut bakal menimbulkan gejolak di Timur Tengah. Stabilitas keamanan di sana berpotensi terancam.

Donovan, lanjut Retno, menjelaskan bahwa kebijakan Trump tersebut belumlah bersifat final.

"Jawaban beliau, sampai saat ini belum ada keputusan final dari Presiden Trump mengenai permasalahan ini," ujar Retno.

Selain menjelaskan posisi Indonesia tentang rencana Trump itu ke Dubes AS di Jakarta, Indonesia juga menjelaskan hal yang sama ke negara Timur Tengah. Beberapa waktu lalu, Indonesia diketahui menghadiri pertemuan yang dihadiri duta-duta besar dari negara Arab.

"Dalam seminar itu, kami sampaikan juga mengenai Jerusalem. Indonesia mengirimkan pesan yang sangat jelas mengenai persoalan ini," ujar Retno dikutip Kompas.com.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan semakin dekat untuk memberi keputusan mengenai pengakuan Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Dilansir dari AFP, Senin (4/12/2017), para pemimpin Palestina terus melobi untuk melawan pengakuan itu, karena dapat memicu kemarahan negara Arab.

Halaman
1234
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help