TribunKaltim/

Ingat! Cuaca Ekstrem Berpotensi Longsor dan Banjir

BMKG menyebutkan, secara umum kondisi cuaca berawan, berpotensi hujan ringan hingga lebat, dengan suhu udara antara 23 hingga 34 derajat celcius.

Ingat! Cuaca Ekstrem Berpotensi Longsor dan Banjir
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
PERINGATAN DINI - BMKG menyampaikan peringatan dini kepada masyarakat di Kabupaten Berau, untuk mewaspadai hujan dengan intensitas tinggi, disertai petir. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balikpapan memberikan peringatan dini kepada masyarakat di Kabupaten Berau, Bontang, Kutim, Samarinda, Balikpapan, PPU, Kubar, Kukar dan Mahulu, untuk mewaspadai hujan dengan intensitas tinggi, disertai petir.

BMKG menyebutkan, secara umum kondisi cuaca berawan, berpotensi hujan ringan hingga lebat, dengan suhu udara antara 23 hingga 34 derajat celcius.

Sementara tingkat kelembapan mencapai 65 hingga 99 persen. Arah angin bertiup dari arah tenggara ke barat laut dengan kecepatan 5 hingga 40 kilometer per jam. Peringatan dini ini dibenarkan oleh BMKG Berau, Prakirawan cuaca, Ade Heryadi mengatakan, dalam tiga hari kedepan, wilayah Berau berpotensi diguyur hujan.

“Sampai tiga hari kedepan, masih berpotensi hujan ringan hingga sedang di wilayah Berau,” ungkapnya, Rabu (6/12). Ade menyebutkan, curah hujan di Kbaupaten Berau dalam sepekan terakhir di atas curah hujan normal.

“Normalnya curah hujan di Berau hanya 200 hingga 250 milimeter. Sedangkan saat ini curah hujan diprediksi mencapai 300 hingga 400 milimeter,” beber Ade. Sementara kelembapan dalam rentang 60 hingga 90 persen dan suhu udara rata-rata 24 hingga 33 derajat celcius.

Dengan curah hujan yang dua kali lipat dari biasanya, Ade Haeryadi mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana, seperti air yang meluap dan tanah longsor. Pasalnya, hujan dengan intensitas tinggi menjadikan permukaan tanah menjadi jenuh air.

Akibatnya, air hujan tidak lagi dapat terserap ke dalam permukaan tanah tapi mengalir di permukaannya. Kondisi ini juga berbahaya bagi masyarakat yang bermukim di daerah yang berbukit serta daerah yang topografi permukaannya rendah.

“Kami terus melakukan pemantauan cuaca. Kalau ada perubahan yang signifikan, pasti akan kami sampaikan. Sementara, untuk beberapa ke depan waspada saja dan berhati-hati dengan kemungkinan dampaknya, seperti banjir, tanah longsor, banjir, genangan, pohon tumbang, dan jalan licin,” jelas Ade.

Sementara untuk di wilayah pesisir, ujarnya, prakiraan tinggi gelombang sampai beberapa hari mendatang berkisar antara 0,25 hingga ketinggian 1 meter. Karena itu, dirinya juga mengimbau kepada nelayan tradisional yang menggunakan kapal berukuran kecil, agar berhati-hati. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help