TribunKaltim/

Parenting

Anak yang Punya Banyak Mainan Ternyata Kurang Kreatif, Berikut Penjelasannya

Namun, tahukah Anda bahwa terlalu banyak mainan ternyata juga tidak baik bagi anak?

Anak yang Punya Banyak Mainan Ternyata Kurang Kreatif, Berikut Penjelasannya
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

"Penelitian ini berusaha menentukan apakah jumlah mainan di lingkungan balita mempengaruhi kualitas bermain mereka," kata Dr Carly Dauch, penulis utama temuan ini dikutip dari The Telegraph, Selasa (5/12/2017).

"Semakin banyak peristiwa permainan dalam kondisi 16 mainan tampaknya mengganggu durasi dan kualitas bermain. Keberadaan mainan lain yang ada mungkin telah menciptakan sumber gangguan eksternal," sambungnya.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Infant Behavior and Development tersebut menyebutkan bahwa selama masa perkembangan, balita belum sepenuhnya menguasai dan mengontrol perhatian atau konsentrasi.

Perhatian dan permainan mereka mungkin terganggu oleh faktor-faktor di lingkungan mereka yang menimbulkan gangguan.

"Bila diberi mainan lebih sedikit, balita terlibat dalam permainan yang lebih lama dengan satu mainan, yang memungkinkan fokus mereka menjadi lebih baik untuk mengeksplorasi dan lebih kreatif," tulis laporan tersebut.

Baca: Serunya Anak-anak Ikut Lomba Permainan Tradisional, Main Gadget Sih Lewat. . .

Penelitian sebelumnya di Jerman pada 1990-an juga menyampaikan hal yang sama.

Penelitian ini fokus pada anak-anak yang mainannya diambil selama 3 bulan.

Setelah tidak mendapat mainan selama beberapa minggu, anak-anak dapat menyesuaikan diri dan menjadi jauh lebih kreatif dan bersosialisasi.

Temuan ini kemudian dibukukan dengan judul The Nursery Free Toy.

Halaman
123
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help