TribunKaltim/

Kebangkitan Xi Jinping, Ketika Nostalgia Kekaisaran Mewarnai Asia Tenggara

Tetapi keberadaan Xi Jinping yang kuat dan keberanian China bukanlah suatu hal yang diinginkan Asia Tenggara.

Kebangkitan Xi Jinping, Ketika Nostalgia Kekaisaran Mewarnai Asia Tenggara
(WANG ZHAO / AFP)
Presiden China Xi Jinping saat menyampaikan pidato di hadapan peserta kongres Partai Komunis di Balai Besar Rakyat di Beijing, Rabu (18/10/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO - PARA pakar sering membandingkan Presiden  Xi Jinping dengan seorang kaisar. Perbincangan semacam ini semakin berkembang setelah Xi mendapat banyak pujian dalam Kongres Nasional Partai Komunis China ke-19 di Beijing dan KTT APEC di Danang, Vietnam.

Banyak orang menganggap Xi sebagai salah satu pemimpin China paling kuat yang setara atau bahkan melebihi para pendahulunya, Deng Xiaoping dan Mao Zedong.

Dan juga, dibandingkan Donald Trump, pemimpin Amerika Serikat, yang semakin tersingkir dalam prospek "Pax Sinica", saat China akan menjadi kekuatan besar dunia nantinya.

Tak dapat dipungkiri lagi, semua orang terutama di Asia Tenggara telah mencampuradukkan kemiripan-kemiripan dengan sejarah China, seakan melihat ke masa lalu untuk mendapatkan petunjuk terhadap masa depan yang dipimpin Xi Jinping.

Xi memiliki kepribadian yang sangat luar biasa. Kemunculannya hingga menjadi terkenal, pasti lebih dari sekadar mencocokkan ambisi dengan beberapa pemimpin sejarah China yang paling terkemuka.

Mengingat bahwa China dulu adalah – dan dapat dikatakan masih- sebuah kekaisaran, kecenderungannya adalah membandingkannya dengan kaisar-kaisar sebelumnya.

Memang, banyak yang melihat bahwa "Kekaisaran China" telah dihidupkan kembali dan diperbaharui (dengan tinta merah) di bawah Xi sebagai bagian penting dalam pergeseran geopolitik ke Asia Pasifik.

Tentu saja terdapat banyak tokoh sejarah teladan yang disandingkan dengan Xi. Kekuasaannya yang besar, pengaruh China yang semakin luas dan kedudukan yang kuat di negaranya telah membuat beberapa orang membandingkannya dengan kaisar terbesar Dinasti Qing seperti Kangxi, Yongzheng dan Qianlong.

Xi saat ini juga dianggap memiliki kemiripan dengan Yongzheng, yang dikenal karena tindakan kerasnya terhadap aksi antikorupsi dan melakukan reformasi keuangan. Apa yang dilakukan Yongzheng juga sedang dilakukan oleh Xi saat ini.

Baca juga:

Halaman
1234
Editor: Kholish Chered
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help