TribunKaltim/

Liga Indonesia

Keberadaan Marque Player Tak Efektif, Presiden Borneo FC Ingin Regulasi Dihapuskan

Nabil menilai sosok marquee player hanya menguntungkan sisi marketing klub, namun kurang mendongkrak permainan tim.

Keberadaan Marque Player Tak Efektif, Presiden Borneo FC Ingin Regulasi Dihapuskan
Dok. Twitter Borneo FC, @PusamaniaBorneo
Marquee Player Borneo FC, Shane Smeltz membentangkan syal klubnya, Borneo FC 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Cornel Dimas

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Presiden Borneo FC, Nabil Husein Said Amin secara mengejutkan tak sepakat dengan regulasi marquee player Liga 1.

Nabil menilai sosok marquee player hanya menguntungkan sisi marketing klub, namun kurang mendongkrak permainan tim.

“Saya rasa tak mengangkat derajat kompetitif liga di Indonesia. Tapi untuk sisi marketing dan branding liga cukup bagus,” katanya, via pesan pribadi, Kamis (7/12/2017).

Menurut Nabil tak semua klub peserta Liga 1 mampu mendatangkan pemain kelas dunia.

Buktinya, beberapa Marquee Player yang ada di Indonesia rata-rata pemain kelas dua atau pemain yang masa emasnya telah habis dan memasuki usia lebih dari 31 tahun.

Baca juga:

Beri Kesempatan Setnov Ajukan Praperadilan, Basaria Panjaitan Yakin KPK Menang

Siapa Saja yang Diuntungkan dalam Proyek E-KTP? KPK Akan Buka-bukaan!

Marsekal Hadi Lolos Jadi Panglima TNI, Jokowi Tunggu Surat Resmi DPR untuk Melantik

Halaman
12
Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help