TribunKaltim/

Soal Izin Transmart, Pengamat Ini Sebut Wajar Investor Kabur dari Provinsi Ini

“Maksud saya, di mana posisi Transmart dalam RTRW yang sudah jadi perda? Koq ternyata gak bisa (dibangun)?,” tanya Tuah.

Soal Izin Transmart, Pengamat Ini Sebut Wajar Investor Kabur dari Provinsi Ini
Handover
Direktur Pokja 30 Carolus Tuah 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Belum rampungnya persoalan izin pembangunan Transmart menimbulkan kesan tak sedap bagi Pemprov Kaltim.

Teranyar, sebagian lokasi yang akan di bangun gedung Transmart ternyata tidak bersesuaian dengan peruntukan ruang dalam Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Samarinda. 

“Persoalan perizinan Transmart, termasuk status kawasan apakah dilindungi atau tidak, seharusnya sudah clear sebelum groundbreaking Transmart dilakukan Gubernur Awang Faroek Ishak, Oktober lalu,” kata Koordinator Pokja 30, Carolus Tuah.

Bahkan, kata Tuah, sejatinya persoalan RTRW ini harus dibicarakan sejak ide awal mengundang Trans Studio ke lahan eks Hotel Lamin Indah, sekitar 2010 lalu.

“Idenya 2010, RTRW Samarinda ditetapkan 2014, dan RTRW Provinsi (Kaltim) ditetapkan 2016. Tapi, alokasi ruang untuk membangun Transmart tidak kelihatan di RTRW. Kan lucu,” kata Tuah yang juga merupakanpengamat kebijakan publik di Kaltim. 

Sehingga, Tuah mengaku tak heran jika investor ragu menanamkan investasinya di Kaltim.

“Sekarang terlihat kan, siapa yang bikin investor kabur,” kata Tuah, lantas tertawa.

Baca juga:

Serba-serbi Ballon d'Or 2017, Cristiano Ronaldo Bakal Melenggang Mulus?

Halaman
12
Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help